Inovasi Teknologi Tepat Guna: Sistem Air Minum Otomatis Sapi Perah Bebas Listrik Buatan Peneliti UNDIP di Boyolali

UNDIP dan ACIAR Menghadirkan Inovasi Air Minum Otomatis Sapi Perah
Sumber :
  • UNDIP.ac.id

Semarang, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang kerap melakukan perjalanan menyusuri kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu, Kabupaten Boyolali tentu sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Daerah yang mendapat julukan sebagai Kota Susu di Jawa Tengah ini memang menjadi salah satu sentra produsen susu sapi perah terbesar di Pulau Jawa. Pemandangan hijau perbukitan yang berpadu dengan aktivitas warga memerah susu selalu menjadi daya tarik wisata edukasi yang memikat hati. Namun, di balik keindahan alam dan rutinitas peternakannya, ada sebuah kabar gembira berbasis inovasi teknologi tepat guna yang sedang dikembangkan untuk mendongkrak kesejahteraan para peternak rakyat setempat.

img_title "Kalau Karaktermu Hilang, You Lose Everything": Pesan Mentan Amran untuk Mahasiswa Baru UNDIP

Pekerjaan rutin menyediakan air minum untuk ternak yang biasanya menyita waktu kini mulai bertransformasi menjadi lebih modern. Sebuah tim peneliti dari Universitas Diponegoro yang akrab disingkat UNDIP berhasil menciptakan sebuah sistem penyediaan air minum otomatis bagi sapi perah. Menariknya, inovasi ini tidak menggunakan kecanggihan sensor elektronik, mikrokontroler, maupun jaringan listrik sama sekali, melainkan murni memanfaatkan hukum fisika mekanis yang sangat sederhana dan adaptif terhadap kondisi kandang rakyat yang sederhana.

Mengubah Kebiasaan Komboran Tradisional Menuju Konsep Ad Libitum

img_title Berkat Cahaya Surya, Mahasiswa UNDIP Bantu Petani Cabai Temanggung Usir Hama Tanpa Pestisida

Sebelum sistem modern ini diperkenalkan melalui Program IndoDairy 2, mayoritas peternak rakyat di kawasan Boyolali, sekitar 70 persen, tidak memiliki wadah penampung air minum khusus yang standarnya selalu terisi untuk sapi-sapi mereka. Kebiasaan yang turun-temurun berlaku adalah menerapkan konsep sistem komboran, sebuah metode tradisional di mana air minum langsung dicampur menjadi satu ke dalam pakan konsentrat. Akibatnya, sapi perah tidak memiliki akses mandiri terhadap air bersih di luar waktu makan malam atau pagi. Padahal secara biologis, air minum merupakan kebutuhan yang sangat vital dan berkorelasi langsung terhadap kelancaran metabolisme tubuh mamalia untuk memproduksi susu berkualitas tinggi dalam volume yang optimal.

Melalui pendanaan dari Australian Centre for International Agricultural Research atau ACIAR, tim peneliti UNDIP yang berkolaborasi dengan KUD Mojosongo menginisiasi pemasangan fasilitas sistem air minum ad libitum—sebuah istilah peternakan yang berarti air selalu tersedia tanpa batas waktu. Proyek percontohan awal menyasar pada 24 peternak pilihan (focus farms) di Boyolali dan kini telah sukses diperluas jangkauannya ke 28 peternak binaan baru di wilayah kerja KUD Musuk. Dengan sistem baru ini, kawanan sapi perah dapat memuaskan dahaga mereka kapan saja mereka butuhkan tanpa perlu menunggu peternak mengisi bak air secara manual.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Bukan Generasi Stroberi, UNDIP Ajak 16.267 Mahasiswa Baru Jadi Generasi TEMCY yang Tangguh