Rahasia Kentang Awet Kekaisaran Inca yang Mengubah Sejarah Pangan Dunia
- yahoo.com
Malang, WISATA – Menelusuri rahasia kentang awet Kekaisaran Inca kuno lewat penemuan arkeologi langka yang membuktikan kecanggihan strategi ketahanan pangan ratusan tahun lalu.
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana manusia pada zaman dahulu menyimpan makanan tanpa adanya bantuan lemari es? Jauh sebelum teknologi modern lahir, Kekaisaran Inca di Amerika Selatan telah berhasil menciptakan metode pengawetan makanan yang sangat mutakhir. Baru-baru ini, sebuah penelitian arkeologi berhasil menemukan dua bongkah rahasia kentang awet yang berusia sekitar 500 tahun di dalam sebuah ruang penyimpanan kuno di Peru. Penemuan arkeologi yang sangat langka ini menjadi bukti nyata bagaimana peradaban masa lalu mampu mengalahkan tantangan alam demi menjaga ketersediaan pangan mereka dari pembusukan.
Berdasarkan laporan ilmiah yang dirilis oleh media sains terkemuka Live Science, kentang yang dikeringkan secara alami melalui proses pembekuan tradisional ini dikenal dengan nama chuño. Produk pangan ini dulunya merupakan tulang punggung utama pasokan makanan bagi seluruh rakyat Kekaisaran Inca. Karena sifat fisiknya yang sangat rapuh setelah ratusan tahun terkubur, sisa-sisa chuño hampir tidak pernah ditemukan di situs-situs penggalian, sehingga penemuan di pesisir selatan Peru yang gersang ini menjadi sangat bernilai bagi dunia ilmu pengetahuan.
Keajaiban Metode Pengeringan di Puncak Gunung
Bagaimana sebenarnya cara membuat kentang ajaib ini? Proses pembuatan chuño mengandalkan siklus cuaca ekstrem di pegunungan tinggi Andes. Kentang segar sengaja dibiarkan terpapar embun beku yang sangat dingin pada malam hari, lalu dijemur di bawah terik matahari yang menyengat pada siang hari secara berulang kali. Proses alami ini dipraktikkan secara konsisten hingga seluruh kadar air di dalam kentang menguap sempurna tanpa sisa.
Hasil akhir dari metode ini adalah sebuah sayuran super ringan yang memiliki daya tahan luar biasa hingga dapat disimpan selama beberapa dekade tanpa membusuk. Menariknya, karena proses pembuatan ini hanya bisa dilakukan pada ketinggian di atas 3.600 meter di atas permukaan laut, pasokan makanan berharga ini harus diangkut menggunakan karavan hewan lama melewati jalur pegunungan sejauh ratusan kilometer untuk memberi makan penduduk di wilayah pesisir. Metode serupa juga digunakan untuk mengawetkan daging yang disebut charki, yang menjadi asal-usul kata daging kering atau jerky dalam bahasa Inggris modern.