Simpanan Daur Ulang BMT Sarana Malang, Ubah Minyak Jelantah dan Kardus Bekas Jadi Tabungan Bernilai
- IG/bmtsarana
Malang, WISATA – Sampah rumah tangga seperti minyak jelantah, kardus bekas paket, maupun kertas HVS bekas selama ini kerap dianggap tidak memiliki nilai ekonomi. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat didaur ulang dan memberikan manfaat finansial sekaligus membantu menjaga kelestarian lingkungan. Inovasi inilah yang dihadirkan Koperasi Konsumen BMT Sarana Wiraswasta Muslim melalui program Simpanan Daur Ulang.
Program ini mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuang limbah menjadi budaya menabung. Anggota cukup menyetorkan minyak jelantah, kardus bekas, atau aneka kertas HVS bekas yang kemudian dinilai sesuai harga yang berlaku. Nilai hasil penjualan limbah tersebut selanjutnya masuk ke rekening simpanan anggota sehingga sampah yang sebelumnya tidak bernilai dapat menjadi aset keuangan.
Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular (circular economy) yang saat ini didorong pemerintah. Dalam konsep tersebut, barang yang telah digunakan tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Jenis limbah yang dapat disetorkan meliputi minyak jelantah, kardus bekas paket, dan berbagai jenis kertas HVS bekas. Minyak jelantah sendiri memiliki nilai jual karena dapat diolah menjadi biodiesel, sabun, hingga berbagai produk industri lainnya. Sementara kardus dan kertas bekas menjadi bahan baku penting bagi industri daur ulang kertas.
BMT Sarana juga menawarkan berbagai keuntungan bagi para anggota. Simpanan Daur Ulang bebas biaya administrasi bulanan, dapat ditambah dengan setoran uang tunai seperti tabungan biasa, serta memungkinkan saldo ditransfer ke rekening bank syariah maupun dompet digital (e-wallet) pilihan anggota. Selain itu, saldo simpanan juga dapat dimanfaatkan sebagai jaminan pembiayaan dan dapat dicairkan sewaktu-waktu sesuai ketentuan koperasi.
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan tabungan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga. Kebiasaan sederhana seperti mengumpulkan minyak jelantah dan memilah kardus bekas dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung gaya hidup ramah lingkungan sekaligus memperkuat literasi keuangan keluarga.