Keutamaan Puasa Tasu’a 9 Muharram: Ibadah Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah dan Penuh Pahala
- muhammadiyah.or.id
Jakarta, WISATA – Memasuki tanggal 9 Muharram 1448 Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tasu’a yang pada tahun ini bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026. Puasa sunnah ini memiliki kedudukan istimewa karena dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW dan menjadi bagian dari rangkaian ibadah di bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Puasa Tasu’a dilaksanakan sehari sebelum puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharram. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada sunnah Nabi, ibadah ini juga menyimpan berbagai keutamaan yang dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk mengamalkannya.
Salah satu hikmah utama puasa Tasu’a adalah sebagai pelengkap puasa Asyura. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa tidak hanya pada tanggal 10 Muharram, tetapi juga sehari sebelumnya atau sesudahnya. Anjuran ini bertujuan membedakan praktik ibadah umat Islam dengan tradisi yang dilakukan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura.
Para ulama menjelaskan bahwa tingkatan pelaksanaan puasa Asyura terdiri dari beberapa bentuk. Tingkatan paling sederhana adalah berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja. Tingkatan yang lebih utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, sedangkan tingkatan paling sempurna adalah melaksanakan puasa selama tiga hari, yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
Keutamaan berikutnya adalah besarnya pahala yang dijanjikan bagi orang yang berpuasa di bulan Muharram. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa satu hari puasa di bulan Muharram memiliki nilai pahala yang sangat besar. Karena itu, momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, Muharram termasuk dalam empat bulan mulia yang dikenal sebagai bulan-bulan haram. Dalam bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk ibadah puasa. Keistimewaan bulan Muharram menjadikan setiap amal kebaikan yang dilakukan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan biasa.
Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram. Hadis ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan ibadah puasa di bulan pertama dalam kalender Hijriah tersebut.