Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Ancaman El Nino Jadi Fokus Utama

Ilustrasi Karhutla
Sumber :
  • IG/jurnalispolri

Jakarta, WISATA – Pemerintah terus meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring menguatnya fenomena El Nino pada paruh kedua tahun 2026. Upaya pencegahan tidak hanya dipandang sebagai tindakan menjaga lingkungan, tetapi juga bagian penting dalam melindungi kepentingan nasional serta menjaga citra Indonesia di mata dunia.

img_title Kontinuum Kesehatan: Posisi Wellness Tourism dalam Pencegahan Penyakit Secara Proaktif

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa dampak karhutla tidak dapat dianggap sepele. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan berpengaruh terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, kelestarian lingkungan, hingga hubungan internasional Indonesia dengan negara-negara tetangga.

Karena itu, seluruh pihak terkait diminta untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Pemerintah menilai keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada kesiapan semua elemen, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, maupun masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran.

img_title BNPB Waspadai Ancaman Karhutla di Tengah Musim Hujan, Kebakaran 5 Hektare Lahan Terjadi di Luwu Timur

Dalam menghadapi ancaman tersebut, pemerintah mengutamakan strategi pencegahan dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Berbagai langkah telah disiapkan, antara lain memperkuat sistem deteksi dini terhadap titik panas, meningkatkan patroli terpadu di kawasan rawan, menyiapkan dukungan operasi udara, serta memperkuat koordinasi lintas instansi agar respons dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Kewaspadaan ini semakin penting karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas El Nino akan mengalami peningkatan mulai Juli hingga September 2026. Fenomena iklim tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada Oktober, yang berpotensi memicu peningkatan jumlah titik panas dan memperbesar risiko kebakaran di sejumlah wilayah prioritas.

img_title BMKG Peringatkan! Potensi Bencana Hidrometeorologi Akibat Cuaca Ekstrem, Satu Pekan Ke Depan

Untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi, pemerintah meminta daerah-daerah rawan karhutla mengoptimalkan fungsi posko siaga, memastikan ketersediaan sumber air untuk kebutuhan pemadaman, serta memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan lahan dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari budaya kerja yang berkelanjutan. Menurutnya, upaya pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika ancaman mulai muncul, melainkan harus menjadi komitmen jangka panjang yang terus dijalankan.

Halaman Selanjutnya
img_title