BRIN Teliti Tempe dan Probiotik untuk Cegah Osteoporosis Lansia, Potensi Pangan Lokal Dukung Healthy Aging

Tempe
Sumber :
  • IG/cobisnis

Jakarta, WISATA – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia mendorong berbagai upaya penelitian untuk menjaga kualitas hidup lansia tetap sehat dan produktif. Salah satu pendekatan yang kini mulai banyak dikembangkan adalah pemanfaatan pangan lokal berbasis fermentasi sebagai bagian dari strategi healthy aging atau penuaan sehat.

img_title Produksi Padi Cerdas Iklim: BRIN Dorong Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Iskandar Azmy Harahap, mengungkapkan bahwa perempuan lanjut usia menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih dalam aspek kesehatan. Hal tersebut berkaitan dengan usia harapan hidup perempuan yang umumnya lebih panjang dibandingkan laki-laki.

Salah satu fase penting yang memengaruhi kesehatan perempuan lansia adalah menopause. Pada masa tersebut, kadar hormon estrogen mengalami penurunan yang berdampak pada berbagai perubahan dalam tubuh. Kondisi itu dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus hingga menurunkan kepadatan mineral tulang.

img_title Animalium Cibinong: Wisata Edukasi Satwa di Kawasan BRIN yang Seru untuk Liburan Keluarga

Penurunan kualitas tulang tersebut berisiko memicu osteoporosis yang hingga kini masih menjadi salah satu persoalan kesehatan utama pada kelompok usia lanjut. Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan.

Selama ini penanganan osteoporosis umumnya masih mengandalkan terapi konvensional. Namun penggunaan jangka panjang dinilai memiliki sejumlah keterbatasan sehingga diperlukan pendekatan tambahan yang lebih aman dan berkelanjutan melalui pola nutrisi sehari-hari.

img_title BRIN Kembangkan Pemuliaan Ikan Papuyu, Dorong Jadi Komoditas Akuakultur Unggulan Indonesia

Melalui penelitian yang dilakukan, BRIN mulai mengkaji potensi pangan fermentasi lokal berbasis kedelai seperti Tempe. Penelitan tersebut juga mengombinasikan tempe dengan probiotik dan kalsium untuk mendukung keseimbangan mikrobiota usus sekaligus membantu proses pembentukan sel tulang. Pendekatan ini dinilai menarik karena kesehatan usus dan metabolisme tulang saling berkaitan, terutama pada perempuan pascamenopause.

Hasil penelitian awal menunjukkan kombinasi nutrisi tersebut memiliki potensi dalam memperbaiki status kalsium dan mendukung metabolisme tulang. Dalam uji pra-klinis, konsumsi tempe bersama probiotik dikaitkan dengan peningkatan indikator kesehatan tulang.

Riset ini menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan populasi menua di Indonesia yang terus meningkat setiap tahun. Selain mendukung kesehatan lansia, pemanfaatan pangan fermentasi lokal juga membuka peluang pengembangan pangan fungsional berbasis bahan baku dalam negeri.

Halaman Selanjutnya
img_title