Pandangan Islam tentang Kelestarian Hutan: Pesan Prof Ahmad Budiaman tentang Bahaya Eksploitasi Alam Berlebihan
- IG/igoendonesia
Bogor, WISATA – Kerusakan lingkungan yang memicu berbagai bencana alam sebenarnya bukanlah peristiwa yang muncul begitu saja. Banyak pakar menilai kerusakan tersebut merupakan akibat dari aktivitas manusia yang memanfaatkan alam secara berlebihan tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem, dan mengganggu kelestarian hutan.
Hal ini disampaikan oleh pakar kehutanan dari IPB University, Ahmad Budiaman, dalam Kajian Pagi bertema “Pemanenan Hutan Lestari dalam Perspektif Islam” di Masjid Al Hurriyyah kampus tersebut. Menurutnya, ajaran agama sebenarnya telah lama mengingatkan manusia agar tidak merusak alam.
Ia mencontohkan pesan dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Ar-Rum ayat 41, yang menyebutkan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa tindakan merusak lingkungan bertentangan dengan prinsip keseimbangan yang diajarkan dalam Islam.
Menurut Ahmad, Islam mengajarkan prinsip hidup “secukupnya” dalam memanfaatkan sumber daya alam. Artinya, manusia diperbolehkan mengambil manfaat dari alam, tetapi tidak boleh melampaui batas hingga merusak keberlanjutan lingkungan. Prinsip ini juga berlaku dalam praktik pengelolaan hutan.
Dalam kegiatan pemanenan kayu misalnya, Islam mendorong pendekatan yang selektif dan bertanggung jawab. Penebangan pohon seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem, bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek.
Teladan mengenai penghormatan terhadap alam bahkan sudah dicontohkan sejak masa Muhammad. Dalam berbagai riwayat, Rasulullah melarang pasukannya merusak tanaman atau menebang pohon tanpa alasan mendesak, bahkan saat berada di medan perang. Pesan tersebut menunjukkan bahwa alam tetap harus dihormati dalam kondisi apa pun.
Selain mengatur pemanfaatan, Islam juga menekankan pentingnya pemulihan lingkungan. Upaya menanam kembali pohon setelah pemanfaatan sumber daya alam dianggap sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap bumi.
Dalam sebuah hadis bahkan disebutkan bahwa jika seseorang memegang bibit tanaman saat hari kiamat tiba, ia dianjurkan tetap menanamnya. Pesan ini menunjukkan bahwa menanam pohon memiliki nilai ibadah sekaligus menjadi simbol harapan bagi keberlanjutan kehidupan.
Setiap pohon yang tumbuh dan memberi manfaat bagi makhluk hidup lain juga dianggap sebagai sedekah. Karena itu, menebang satu pohon idealnya diimbangi dengan menanam beberapa pohon baru.