Mengenal Lipan: Predator Alami di Rumah dan Cara Mengatasinya
- ThoughtCo
Malang, WISATA – Lipan atau kelabang sering kali memicu kepanikan saat terlihat melesat di lantai rumah. Namun, di balik penampilannya yang dianggap menakutkan, makhluk ini memiliki peran ekologis yang unik. Menurut Chris Hayes, pakar manajemen hama dari North Carolina State University, lipan adalah predator rakus yang memangsa hama rumah tangga lainnya seperti semut dan kecoa. Ketakutan manusia terhadap mereka umumnya muncul karena bentuk fisik mereka yang aneh dan gerakan kaki yang cepat.
Karakteristik dan Habitat Lipan bukanlah serangga, melainkan artropoda (hewan tak bertulang belakang) yang umumnya berwarna cokelat, kemerahan atau kekuningan dengan panjang 2,5 hingga 7,5 cm. Meski namanya sering dikaitkan dengan angka 1000, jumlah kakinya bervariasi. Faktor kunci kelangsungan hidup mereka adalah kelembapan. Di luar ruangan, mereka bersembunyi di tempat lembap dan tersembunyi seperti di bawah batu, tumpukan kompos atau dedaunan kering.
Jika Anda sesekali melihat satu atau dua ekor lipan di dalam rumah, itu biasanya pertanda ekosistem sekitar hunian Anda sehat. Namun, kemunculan dalam jumlah besar di dalam ruangan, terutama di kamar mandi atau ruang bawah tanah, bisa menjadi indikator adanya masalah kebocoran pipa atau kelembapan berlebih yang perlu segera diperiksa.
Lipan vs. Keluwing (Millipede) Sering kali orang sulit membedakan lipan dengan keluwing. Perbedaan utamanya terletak pada bentuk tubuh dan kaki:
- Lipan: Tubuh pipih dan lebar, kaki menjuntai ke samping, memiliki satu pasang kaki per segmen tubuh, serta antena yang panjang.
- Keluwing: Tubuh lebih bulat atau berbentuk kubah, kaki berada di bawah tubuh, memiliki dua pasang kaki per segmen dan antena pendek.
Perilaku dan Risiko Lipan menggunakan antena panjangnya untuk mendeteksi mangsa, lalu menggunakan kaki depan yang telah termodifikasi untuk menyuntikkan bisa. Mereka memangsa berbagai hewan kecil, mulai dari laba-laba hingga siput, bahkan spesies tertentu bisa memangsa katak atau ular kecil. Terkait interaksi dengan manusia, lipan bisa menggigit jika merasa terancam. Bagi kebanyakan orang, efeknya serupa dengan sengatan tawon, namun bagi mereka yang memiliki alergi terhadap racun serangga, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Strategi Mengatasi Lipan di Rumah Jika kehadiran lipan mulai mengganggu, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
- Kelola Lingkungan Luar: Tipiskan lapisan mulsa di taman agar lebih cepat kering dan bersihkan tumpukan daun kering yang menempel pada dinding rumah
- Angkat Pot Tanaman: Gunakan penyangga pot untuk mencegah penumpukan kelembapan di bawahnya dan periksa tanaman sebelum membawanya masuk ke dalam rumah
- Tutup Akses Masuk: Gunakan segel atau busa semprot untuk menutup celah di sekitar bingkai jendela dan pintu
- Gunakan Perangkap atau Alat Penyedot: Papan lem (glue boards) efektif untuk menangkap lipan yang melintas di area lembap. Untuk gangguan kecil, Anda cukup menyedotnya dengan vakum atau mematikannya secara manual
- Perbaiki Masalah Kelembapan: Ini adalah langkah paling krusial. Identifikasi sumber kelembapan seperti kayu yang membusuk atau pipa bocor untuk menghilangkan daya tarik utama bagi lipan
- Opsi Terakhir: Jika populasi tetap tinggi, pertimbangkan penggunaan pestisida residu di dinding pondasi luar atau hubungi jasa pembasmi hama profesional.
Lipan mungkin tampak mengerikan, namun dengan menjaga rumah tetap kering dan tertutup rapat, Anda bisa meminimalisir pertemuan yang tidak diinginkan dengan 'pembasmi hama alami' ini.
Sumber: Southern Living