Kemenperin Perkuat SDM Industri Lewat Structured Internship Model Vokasi Swiss
- kemenperin.go.id
Jakarta, WISATA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui penguatan pendidikan vokasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship), yang diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss dan dinilai efektif dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pendidikan vokasi memegang peran penting dalam mencetak SDM industri yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha serta industri. Menurutnya, lulusan vokasi harus memiliki keterampilan yang selaras dengan kebutuhan nyata industri agar mampu menjaga keberlanjutan rantai pasok nasional dan bersaing di tingkat global.
Untuk menghadapi tantangan transformasi digital dan perubahan kebutuhan kompetensi, Kemenperin mendorong implementasi Structured Internship berbasis sistem ganda (dual system). Dalam sistem ini, proses pembelajaran dilakukan di dua tempat, yakni di satuan pendidikan dan di perusahaan, dengan pendampingan langsung dari pelatih tempat kerja yang kompeten. Model ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan bahwa tahap awal penerapan program ini telah dimulai melalui kegiatan Pre-discussion Structured Internship bekerja sama dengan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C). Kegiatan tersebut bertujuan memetakan kesiapan dan praktik pendidikan vokasi yang telah berjalan di lingkungan Kemenperin.
Program ini mendapat dukungan dari SS4C yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO), dengan fokus pada penguatan pendidikan vokasi di sektor logam, manufaktur, makanan, serta mebel dan perkayuan. Sebagai bentuk penguatan kebijakan, pada 2024 Kemenperin menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur yang memuat prosedur dan pembagian peran seluruh pihak terkait.
Hasil implementasi menunjukkan capaian positif. Sebagian besar politeknik dan SMK binaan Kemenperin telah mulai menerapkan konsep Structured Internship. Data BPSDMI per September 2025 mencatat sekitar 90 persen lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 terserap di dunia kerja, sementara lebih dari 75 persen lulusan SMK binaan juga langsung diterima industri.