Pesona 'Wolf Supermoon' Januari 2026: Perjumpaan Bulan Purnama dan Jupiter

Wolf Supermoon yang akan Hadir di Langit Tanggal 3 Januari
Sumber :
  • gadgets360.com

Malang, WISATA – Awal tahun 2026 disambut dengan fenomena langit yang memukau. Pada Sabtu, 3 Januari, penduduk Bumi akan menyaksikan Wolf Moon, yang merupakan bulan purnama pertama di tahun ini. Menariknya, fenomena kali ini bukan sekadar purnama biasa, melainkan sebuah supermoon—saat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya karena berada pada titik terdekat dengan Bumi.

img_title Fenomena Awan Pelangi di Sentul: Penjelasan Ilmiah Cloud Iridescence dan Proses Terjadinya

Mengapa Disebut 'Wolf Moon'?

Nama Wolf Moon atau Bulan Serigala berakar dari tradisi kuno yang dicatat dalam Old Farmer's Almanac. Nama ini diberikan karena serigala cenderung melolong lebih sering dan keras pada waktu-waktu ini di belahan bumi utara. Selain itu, berbagai suku asli Amerika memiliki sebutan lain seperti Cold Moon (Bulan Dingin) atau Freeze-Up Moon (Bulan Membeku) yang mencerminkan cuaca ekstrem di bulan Januari. Di Eropa, fenomena ini sering disebut sebagai Moon After Yule, merujuk pada festival kuno setelah titik balik matahari musim dingin.

img_title Kalender Bulan Purnama 2026: Jadwal 13 Bulan Purnama, Blue Moon, hingga Blood Moon

Cara Mengamati Wolf Supermoon dan Jupiter

Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah saat bulan terbit di ufuk timur pada waktu senja tanggal 3 Januari. Pada momen tersebut, Bulan akan tampak diapit oleh dua objek langit yang menonjol:

img_title Sensasi Kuliner Hokkien Mee Club di Singapura: Menikmati Kelezatan Mi Tradisional Berbalut Daun Unik

Di sisi kiri: Terdapat bintang Pollux, bintang paling terang di rasi Gemini.

Di sisi kanan: Terdapat planet Jupiter, sang 'Raja Planet', yang akan tampak sangat terang karena sedang mendekati posisi oposisi.

Keunikan Astronomis: Supermoon dan Perihelion

Meskipun ini adalah supermoon keempat berturut-turut, fenomena ini tetap istimewa karena merupakan yang terakhir hingga November mendatang. Pada puncaknya, Bulan akan berada pada jarak sekitar 362.312 kilometer dari Bumi.

Secara kebetulan, saat Bulan mencapai titik perigee (terdekat dengan Bumi), Bumi juga mencapai perihelion—titik terdekatnya dengan Matahari dalam orbit tahunannya. Jarak Bumi ke Matahari saat itu adalah 147,1 juta kilometer, lebih dekat dibandingkan jarak rata-rata 150 juta kilometer.

Bagi para pengamat di Belahan Bumi Utara, Wolf Moon akan melintasi busur tertinggi di langit malam karena posisinya yang berlawanan dengan Matahari musim dingin. Setelah keindahan Wolf Moon berlalu, fenomena purnama berikutnya yang patut dinantikan adalah Snow Moon pada 1 Februari mendatang.

Halaman Selanjutnya
img_title