Jamur yang Bisa Dimakan Mungkin adalah Chip Komputer Masa Depan

Jamur Pengganti Chip Komputer di Masa Depan
Sumber :
  • learnaboutnature.com

Malang, WISATA – Jamur mungkin hal terakhir yang Anda bayangkan di dalam komputer, tetapi jamur dapat membantu mengubah cara kita menyimpan dan memproses data.

img_title Seblak Jamur Salju Cowet: Inovasi Pedas Terbaru yang Viral di Kalangan Pencinta Kuliner

Chip kecil yang menjalankan mesin kita – disebut semikonduktor – memiliki harga tersendiri. Chip ini menggunakan material langka dan mahal. Chip ini menghabiskan listrik. Dan ketika dibuang, chip ini meninggalkan limbah beracun.

Sekarang bayangkan mengganti beberapa chip komputer tersebut dengan jamur – bukan dalam fantasi fiksi ilmiah – tetapi dalam cara yang nyata, teruji di laboratorium dan dapat dimakan.

img_title Rahasia Jamur Pengatur Hujan: Kemampuan Ajaib dari Gen Bakteri Purba

Jamur shiitake tidak hanya enak ditumis. Jamur ini juga kuat, fleksibel dan ternyata pintar – setidaknya secara elektrik.

Strukturnya yang mirip akar bawah tanah, yang disebut miselium, diketahui menghantarkan sinyal dalam pola yang mirip dengan cara otak memicu neuron.

img_title Review Jujur Mikutopia Batu: Sensasi Masuk ke "Negeri Jamur" di Lereng Gunung Arjuno yang Viral

Para ilmuwan telah lama meneliti jamur untuk bioelektronika, tetapi hingga saat ini, sebagian besar upaya tersebut terasa lebih seperti eksperimen daripada kemajuan nyata.

Para peneliti dari Universitas Negeri Ohio menemukan cara untuk menumbuhkan jamur yang umum dikonsumsi dan melatihnya agar berfungsi seperti chip data.

Secara spesifik, tim ini membangun apa yang disebut memristor – sebuah perangkat yang dapat 'mengingat' aktivitas listrik masa lalunya, semacam memori jangka pendek di otak.

Setelah jamur tumbuh sempurna, para ahli mengeringkannya agar stabil dan menghubungkannya ke sirkuit listrik. Tim ini mengalirkan tegangan yang berbeda-beda ke berbagai bagian jamur untuk melihat bagaimana responsnya.

"Tim akan menghubungkan kabel listrik dan probe di berbagai titik pada jamur karena setiap bagian jamur memiliki sifat kelistrikan yang berbeda," kata John LaRocco, peneliti utama projek ini yang dilansir dari earth.com. "Tergantung pada voltase dan konektivitas."

Dalam pengujian, chip memori berbasis jamur ini beralih antar kondisi listrik hingga 5.850 sinyal per detik, dengan akurasi sekitar 90%. Angka ini lebih lambat daripada chip komersial kelas atas, tetapi tetap mengesankan.

Menurut para peneliti, chip memori berbasis jamur ini juga bekerja sangat mirip dengan otak.

Ketika sistem mulai kehilangan akurasi pada kecepatan yang lebih tinggi, tim menambahkan lebih banyak jamur untuk menyeimbangkannya.

Halaman Selanjutnya
img_title