Fenomena Langka Super Blood Moon Akan Hiasi Langit 7 September 2025

Blood Supermoon
Sumber :
  • IG/_beyond-space_

Jakarta, WISATA – Pada 7 September 2025, langit malam akan dipenuhi pemandangan yang menakjubkan: Super Blood Moon. Fenomena ini terjadi ketika supermoon—bulan purnama yang berada di titik terdekatnya dengan Bumi—bertepatan dengan gerhana bulan total, sehingga bulan akan tampak lebih besar, lebih terang, dan berubah warna menjadi merah darah yang dramatis.

img_title Gerhana Bulan Total Akan Terlihat di 3 Maret 2026, Umat Islam Dianjurkan Shalat Khusuf

Perubahan warna bulan menjadi merah disebabkan oleh efek pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi. Saat gerhana total berlangsung, cahaya matahari yang biasanya mengenai bulan tertahan oleh Bumi. Namun, sebagian cahaya dengan panjang gelombang merah menembus atmosfer dan dipantulkan ke permukaan bulan. Proses inilah yang memberikan warna merah-oranye, seolah bulan berubah menjadi permata merah bercahaya.

Selain itu, karena bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi—disebut perigee—ukuran bulan akan tampak sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa. Kombinasi gerhana total dan supermoon inilah yang membuat fenomena ini begitu spesial dan jarang terjadi.

img_title Sensasi Kuliner Hokkien Mee Club di Singapura: Menikmati Kelezatan Mi Tradisional Berbalut Daun Unik

Berdasarkan waktu GMT (Greenwich Mean Time), fase-fase Super Blood Moon akan terjadi sebagai berikut:

  • Fase penumbra dimulai: 16:12 GMT
  • Gerhana total: 17:30 – 18:52 GMT
  • Puncak gerhana: 18:11 GMT
img_title Menjelajah Keunikan Menara Condong Teluk Intan: Pesona Wisata Sejarah di Negeri Jiran

Beberapa wilayah dunia akan mendapatkan pemandangan yang berbeda:

  • Asia, Australia, dan kawasan Pasifik dapat menikmati seluruh proses gerhana dari awal hingga akhir.
  • Eropa, Afrika, dan Timur Tengah akan melihat bulan sudah berada dalam fase gerhana saat terbit.
  • Sebagian Amerika Utara hanya akan menyaksikan tahap awal saat bulan mulai terbenam.

Indonesia termasuk salah satu wilayah terbaik untuk menyaksikan fenomena ini. Bulan akan tampak mulai memasuki fase gerhana total menjelang malam, dan puncak warna merah darah diperkirakan terjadi sekitar 23.00 WIB. Langit yang cerah akan membuat fenomena ini terlihat lebih jelas, terutama di daerah dengan minim polusi cahaya.

Tips Menyaksikan Super Blood Moon:

  • Cari lokasi terbuka jauh dari lampu kota.
  • Gunakan teleskop atau kamera untuk melihat detail permukaan bulan.
  • Catat waktunya agar tidak melewatkan fase puncak.

Fenomena Super Blood Moon ini bukan hanya sekadar keindahan alam, tetapi juga pengingat betapa menakjubkannya interaksi antara Bumi, Bulan, dan Matahari. Bagi pecinta astronomi dan penikmat langit malam, ini adalah momen yang sayang untuk dilewatkan.

Halaman Selanjutnya
img_title