Mengenal Gustika Jusuf Hatta: Cucu Proklamator yang Tak Gentar Bersikap
- IG/gustikajusuf
Jakarta, WISATA – Gustika Fardani Jusuf Hatta lahir pada 19 Januari 1994 dan merupakan cucu dari Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Ia tumbuh dalam keluarga yang sarat nilai sejarah dan intelektualitas. Ibunya, Halida Nuriah Hatta, adalah anak bungsu Bung Hatta, dan sejak kecil Gustika akrab dengan diskursus kebangsaan serta isu sosial-politik.
Pendidikan Gustika mencerminkan ketertarikannya pada isu kemanusiaan dan keamanan global. Ia meraih gelar Bachelor of Arts (Hons) di bidang War Studies dari King’s College London, pernah belajar di Institut d’Etudes Politiques de Lyon, dan mengikuti kursus singkat di Oxford serta Sotheby’s Institute of Art. Saat ini, ia tengah menempuh program Master of Advanced Studies di Geneva Academy of International Humanitarian Law and Human Rights, dengan fokus pada hukum konflik bersenjata.
Kariernya pun tak kalah mengesankan. Gustika pernah menjadi peneliti di Imparsial, lembaga pemantau HAM di Indonesia, serta menjadi Youth Adviser untuk UNFPA Indonesia. Ia juga aktif sebagai National Youth Consultant untuk Plan International dan pernah magang di misi Indonesia untuk PBB. Di luar pekerjaan, Gustika dikenal sebagai podcaster dan penulis opini di media internasional.
Meski berpendidikan tinggi dan berpengalaman global, keseharian Gustika sangat membumi. Ia bekerja kantoran, naik ojek online, nonton Netflix, main boardgame, dan merawat kucing. Ia menyebut hidupnya sebagai bentuk kebebasan yang diperjuangkan oleh para pahlawan, tanpa tekanan untuk masuk politik atau mengikuti jejak keluarga.
Keberanian Gustika mengkritik Presiden dan Wakil Presiden secara terbuka, bahkan menyebut mereka sebagai “penculik dan penjahat HAM” serta “anak haram konstitusi”, lahir dari kombinasi pendidikan, pengalaman, dan nilai-nilai keluarga. Ia mengenakan kebaya hitam dan batik slobog saat peringatan HUT RI ke-80 sebagai simbol duka dan protes diam terhadap kondisi bangsa.
Gustika bukan sekadar cucu proklamator. Ia adalah suara muda yang berani, kritis, dan konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keadilan di tengah arus politik yang kerap menekan.
Sumber: instagram gustikajusuf