Kenapa Hujan Deras di Bulan Agustus? Ini Kata BMKG!
- Image Creator/Handok
Jakarta, WISATA – Agustus biasanya identik dengan musim kemarau di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Langit cerah, udara panas, dan minim hujan jadi ciri khas bulan ini. Tapi tahun ini, banyak daerah di Jawa justru diguyur hujan deras, bahkan disertai petir dan angin kencang. Kok bisa?
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan di bulan Agustus bukan tanpa sebab. Ada beberapa fenomena atmosfer yang sedang aktif dan memicu terbentuknya awan hujan:
- Madden-Julian Oscillation (MJO): Ini adalah gelombang atmosfer dari Samudra Hindia yang membawa uap air ke wilayah Indonesia. Saat MJO aktif, potensi hujan meningkat meski sedang musim kemarau.
- MJO punya dua fase yakni Fase basah (konvektif): Udara naik, awan terbentuk, hujan deras terjadi, dan
- Fase kering (subsiden): Udara turun, langit cerah, hujan sulit terbentuk. Siklus ini berlangsung sekitar 30–60 hari, dan bisa memengaruhi cuaca di berbagai belahan dunia.
- Dipole Mode Negatif: Fenomena ini membuat suhu laut di Samudra Hindia lebih hangat, sehingga uap air lebih banyak dan memperkuat pembentukan awan hujan.
- Gelombang Tropis: Seperti Gelombang Kelvin dan Rossby, yang memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.
- Sirkulasi Siklonik & Bibit Siklon Tropis: BMKG juga mencatat adanya bibit siklon tropis di sekitar Laut Filipina yang berdampak tidak langsung pada cuaca ekstrem di Indonesia.
Wilayah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah mengalami hujan lebat sejak awal Agustus. Bahkan beberapa daerah sempat banjir dan mengalami pohon tumbang akibat angin kencang.
Dengan adanya perubahan cuaca itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor
- Memantau prakiraan cuaca harian dari kanal resmi BMKG
- Tidak panik, karena fenomena ini bersifat sementara dan akan mereda seiring pergeseran pola atmosfer
Meski Agustus biasanya kering, cuaca bisa berubah karena dinamika atmosfer global. Jadi, hujan deras bukan pertanda musim hujan datang lebih awal, tapi efek dari fenomena tropis yang sedang aktif. Tetap siaga, tapi jangan khawatir berlebihan, karena langit cerah akan kembali menyapa. Jangan lupa selalu sedia payung ya!