Hutan Bergantung pada Hewan untuk Membantu Melawan Perubahan Iklim
- fity.club
Malang, Wisata – Kita sering mendengar tentang bagaimana perubahan iklim memengaruhi hewan, tetapi bagaimana jika kebalikannya juga berlaku?
Penelitian baru menunjukkan bahwa ketika hewan menghilang dari hutan, hutan kehilangan salah satu kunci untuk melawan perubahan iklim. Hubungan antara hewan dan iklim mungkin bahkan lebih kuat dari yang kita duga.
Para ilmuwan di Institut Teknologi Massachusetts menemukan bahwa hutan tropis tumbuh kembali jauh lebih efektif ketika masih memiliki populasi hewan penyebar biji yang sehat. Faktanya, hutan tropis dapat menyerap karbon hingga empat kali lebih banyak daripada hutan serupa di mana hewan-hewan tersebut punah atau jumlahnya menurun.
Hutan tropis merupakan penyerap karbon berbasis daratan terbesar di planet ini. Artinya, hutan tropis menyerap dan menyimpan lebih banyak karbon daripada ekosistem lainnya.
"Hasil ini menggarisbawahi pentingnya hewan dalam menjaga hutan tropis yang sehat dan kaya karbon," ujar Evan Fricke, seorang ilmuwan peneliti di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan MIT. "Ketika tidak ada lagi hewan penyebar biji, kita berisiko melemahkan kekuatan hutan tropis dalam mitigasi iklim."
Jika Anda pernah menyaksikan monyet mengunyah buah atau burung terbang membawa buah beri, Anda telah menyaksikan pengelolaan hutan versi alam yang sedang berlangsung.
Ketika hewan-hewan ini memakan buah dan kemudian membuang bijinya di tempat lain, mereka membantu hutan beregenerasi. Di wilayah tropis, lebih dari 75 persen spesies pohon bergantung pada hewan untuk menyebarkan bijinya.
Tanpa hewan-hewan tersebut, biji tidak dapat menyebar jauh, berkecambah lebih jarang dan hutan beregenerasi lebih lambat, itu pun jika hutan dapat tumbuh kembali.
Fricke telah menghabiskan hampir 15 tahun mempelajari proses ini. Ia telah menunjukkan dalam penelitian sebelumnya bahwa penyebaran biji oleh hewan membantu pohon bertahan hidup dan beradaptasi. Kini, timnya berpikir lebih luas tentang apa artinya hal itu bagi planet ini.
"Kami sekarang lebih memikirkan peran hewan dalam memengaruhi iklim melalui penyebaran biji," kata Fricke. "Kami tahu bahwa di hutan tropis, di mana lebih dari tiga perempat pepohonan bergantung pada hewan untuk penyebaran biji, penurunan penyebaran biji tidak hanya dapat memengaruhi keanekaragaman hayati hutan, tetapi juga bagaimana mereka pulih dari deforestasi. Kami juga tahu bahwa di seluruh dunia, populasi hewan sedang menurun."