Singa dan Hyena Mengubah Perilakunya ketika Ada Wisatawan di Dekatnya
- global-geography.org
Malang, WISATA – Setiap tahun, ribuan wisatawan menuju Afrika untuk bertemu satwa liar. Bagi banyak orang, kesempatan untuk melihat singa dan hyena berada di urutan teratas daftar keinginan mereka.
Taman nasional seperti Etosha di Namibia menawarkan salah satu kesempatan terbaik untuk menyaksikan karnivora ini di habitat aslinya. Wisatawan berkumpul di dekat kubangan air buatan dan di sepanjang jalan utama, berharap dapat melihat lebih dekat hewan-hewan yang selama ini hanya mereka lihat di film dokumenter.
Namun, bagaimana perasaan para predator ini terhadap perhatian tersebut? Penelitian baru menunjukkan bahwa pergerakan mereka mungkin menceritakan kisah yang berbeda.
Sebuah penelitian yang dipimpin oleh University of Georgia mengungkap bagaimana singa dan hyena menyesuaikan kebiasaan mereka sebagai respons terhadap aktivitas wisatawan. Penelitian ini mengungkap hubungan kompleks antara perilaku predator, akses air, jaringan jalan dan keberadaan manusia.
Tim peneliti melacak 14 singa dan 9 hyena menggunakan kalung GPS selama delapan tahun. Mereka menganalisis pola pergerakan lintas musim dan waktu. Temuan menunjukkan bahwa vegetasi dan ketersediaan air lebih memengaruhi perilaku predator daripada lalu lintas wisatawan.
Singa memilih area dengan lebih sedikit semak dan pepohonan. Meskipun kucing-kucing ini merupakan predator penyergap, vegetasi yang lebat juga dapat menghalangi mangsa. Hal ini dapat memaksa singa untuk berburu di lanskap terbuka.
Sebaliknya, hyena lebih tertarik ke area berumput dan rimbun pepohonan. Perilaku ini mungkin membantu mereka menghindari panas dan tetap tersembunyi.
Pilihan habitat ini bukanlah pilihan acak. Pilihan ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan predator dan fitur lanskap yang dibentuk oleh alam dan infrastruktur pariwisata.
Singa menunjukkan preferensi yang konsisten terhadap kubangan air selama musim kemarau dan musim hujan. Kehadiran mereka di dekat sumber daya ini kemungkinan memiliki dua tujuan, yaitu hidrasi dan peluang lebih besar untuk bertemu mangsa.
Sedangkan hyena kurang tertarik pada sumber air. Mereka dapat bertahan hidup dengan air dari mangsanya dan tampak lebih fleksibel dalam jangkauan mereka.
Para peneliti percaya hyena menghindari kubangan air untuk mengurangi persaingan dengan singa. Perbedaan perilaku ini menyoroti bagaimana spesies mengembangkan strategi yang berbeda dalam lanskap yang sama.