John Sellars: Waktu Terbaik untuk Memperbaiki Diri Adalah Sekarang
- Cuplikan Layar
Malang, WISATA – “Waktu terbaik untuk memperbaiki diri adalah sekarang.” Pernyataan sederhana namun mendalam ini datang dari John Sellars, filsuf kontemporer yang dikenal karena kemampuannya menghidupkan kembali ajaran Stoikisme dalam konteks kehidupan modern. Melalui kutipan ini, Sellars mengingatkan kita bahwa perubahan pribadi tidak perlu menunggu momen sempurna, karena saat terbaik untuk bertumbuh adalah detik ini juga.
John Sellars, penulis buku terkenal Lessons in Stoicism dan Stoicism and the Art of Happiness, telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia melalui pendekatannya yang membumi terhadap filsafat kuno. Ia mengajarkan bahwa Stoikisme bukan sekadar teori kaku dari masa lampau, melainkan panduan praktis untuk menjalani hidup yang tangguh, bijaksana, dan penuh kesadaran.
Menunda Adalah Musuh Kemajuan
Dalam kehidupan modern yang serba sibuk, menunda perubahan sering kali menjadi kebiasaan tak disadari. Kita berpikir, “Nanti saja saat suasana hati membaik,” atau “Setelah pekerjaan selesai.” Namun bagi Sellars, penundaan hanya memperpanjang penderitaan dan ketidakseimbangan batin. Dalam Stoikisme, satu-satunya waktu yang benar-benar kita miliki adalah sekarang. Maka, saat terbaik untuk memperbaiki diri tidak lain adalah saat ini.
Stoikisme menekankan bahwa waktu adalah hal paling berharga yang kita punya, dan membuangnya dengan menunda adalah bentuk pengabaian terhadap hidup itu sendiri.
“Tidak ada yang bisa menjamin besok. Jika ingin menjadi lebih baik, bertindaklah hari ini.”
Perubahan Diri dalam Perspektif Stoik
Menurut John Sellars, memperbaiki diri bukan berarti menjadi sempurna, tetapi tentang proses berkelanjutan untuk menjadi lebih baik. Ini selaras dengan pandangan filsuf Stoik seperti Seneca dan Epictetus, yang percaya bahwa kebijaksanaan adalah hasil dari latihan mental dan moral yang terus-menerus.
Perubahan kecil setiap hari lebih bermakna dibanding resolusi besar yang tak pernah dimulai. Sellars menyarankan agar kita memulai dari hal-hal sederhana: melatih kesabaran saat macet, menanggapi kritik dengan tenang, atau menyadari pikiran negatif dan menggantinya dengan respons yang lebih bijak.
Refleksi dan Aksi: Dua Sayap Perbaikan Diri
Sellars menjelaskan bahwa perbaikan diri bukan hanya tentang tindakan, tetapi juga refleksi. Sebuah jurnal harian dapat menjadi alat ampuh untuk mengamati diri—apa yang telah kita lakukan hari ini? Apa yang bisa diperbaiki? Tanpa kesadaran atas kebiasaan dan pikiran, perubahan menjadi ilusi.