Mengungkap Pemikiran Filsuf Milesia: Thales, Anaximander, dan Anaximenes

Thales Filsuf dan Matematikawan
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Jakarta, WISATA - Pada masa awal pemikiran filsafat Yunani, pemikir-pemikir Milesia memainkan peran penting dalam pencarian prinsip-prinsip dasar alam semesta. Salah satu tokoh paling terkenal dari kelompok ini adalah Thales dari Miletus, yang dianggap sebagai filsuf pertama yang mencari penjelasan rasional mengenai asal-usul dan prinsip-prinsip alam. Thales hidup sekitar abad ke-6 SM dan dikenal karena pandangannya yang revolusioner dalam menjelaskan dunia secara alami, tanpa merujuk pada campur tangan dewa-dewi. Aristoteles, dalam karya Metaphysics-nya, menilai Thales sebagai pemikir pertama yang secara serius mencari penyebab dan prinsip dasar dari alam, dengan menganggap air sebagai prinsip pertama atau archē yang mendasari segala sesuatu di dunia ini.

img_title Larung Cai dari Sembilan Mata Air, Festival Budaya Cai Diraga Cirebon Ajak Merayakan Syukur dan Menjaga Sungai

Thales: Air sebagai Prinsip Dasar Alam

Menurut Aristoteles, Thales menganggap bahwa air adalah unsur pertama yang menjadi sumber segala bentuk kehidupan dan materi. Dalam pandangan Thales, air bukan hanya merupakan materi yang menyusun segala sesuatu, tetapi juga memiliki kekuatan yang mendasari perubahan dan pertumbuhan alam. Dalam pandangannya, segala sesuatu berasal dari air dan berakhir pada air, sebuah konsep yang membuka jalan bagi pemikiran-pemikiran lebih lanjut tentang materi dan perubahan dalam alam semesta.

img_title Menjelajah Keindahan Air Terjun Ban Gioc Detian Dua Negara Sekaligus

Meskipun demikian, tidak banyak yang diketahui mengenai ajaran Thales secara langsung, karena ia tidak menulis buku atau karya yang tersisa. Pengetahuan kita lebih banyak berasal dari tulisan-tulisan orang lain, seperti Aristoteles. Namun, meskipun tidak ada bukti yang kuat mengenai keakuratan ramalan Thales tentang gerhana matahari pada tahun 585 SM, atau klaim-klaim lain yang dikaitkan dengannya, pandangan dasar Thales mengenai pentingnya air sebagai prinsip pertama sangat memengaruhi perkembangan filsafat alam.

Anaximander: Konsep Apeiron sebagai Prinsip Dasar

img_title Berburu Matahari Terbit di Gunung Batur dengan Jip 4WD, Dilanjut Air Terjun hingga Ayunan di Atas Pepohonan

Selanjutnya, penerus Thales, Anaximander, memperkenalkan konsep yang lebih abstrak, yaitu apeiron atau “tak terbatas” sebagai prinsip dasar alam semesta. Berbeda dengan Thales yang menganggap air sebagai unsur utama, Anaximander melihat prinsip pertama sebagai sesuatu yang lebih abstrak dan tidak terdefinisi—sesuatu yang tak terbatas dan tidak terbatas oleh bentuk atau sifat tertentu. Dalam pandangannya, apeiron adalah substansi yang tidak terhingga dan menjadi sumber segala sesuatu yang ada di alam semesta.

Halaman Selanjutnya
img_title