Monodactylus: Si Perak Eksotis yang Jadi Primadona Baru Pecinta Akuarium
- IG/firmasnyah_fish
Surabaya, WISATA – Di tengah padatnya aktivitas dan bisingnya suasana kota, masyarakat perkotaan mulai mencari oasis kecil di rumah mereka. Salah satu tren yang tengah digandrungi adalah memelihara ikan hias Monodactylus, yang populer dengan sebutan Silver Moony. Tubuhnya pipih bak kepingan perak, berkilau indah saat terkena cahaya, membuat siapa pun betah berlama-lama memandangnya.
Monodactylus bukan sekadar cantik, tapi juga terkenal tangguh. Di alam liar, ikan ini hidup di muara sungai dan daerah pesisir dengan kadar garam yang fluktuatif—sebuah bukti betapa adaptifnya mereka. Kondisi ini membuatnya cocok bagi pecinta akuarium air payau, bahkan bisa hidup sementara di air tawar jika diadaptasi dengan benar.
Seorang penjual ikan hias di Pasar Gunung Sari, Surabaya, mengaku permintaan Monodactylus melonjak tajam sejak awal tahun.
“Warnanya unik, bisa hidup dari air tawar sampai payau. Pemula suka karena perawatannya nggak ribet, asal pH dan salinitas air tetap stabil,” jelasnya.
Ia menambahkan, Monodactylus adalah ikan sosial yang lebih senang berenang dalam kelompok. Gerakannya yang lincah, ditambah kilau peraknya di bawah lampu akuarium, mampu mencuri perhatian siapa pun yang melihat.
Harga ikan ini tergolong ramah di kantong—mulai Rp20.000 hingga Rp35.000 per ekor tergantung ukuran. Bagi yang membeli banyak sekaligus, harga grosir pun tersedia.
Selain mempercantik ruangan, memelihara ikan seperti Monodactylus juga dipercaya memiliki efek terapeutik. Beberapa penelitian membuktikan, mengamati ikan berenang dapat menurunkan tekanan darah, meredakan stres, dan membantu memperbaiki mood.
Berikut adalah taksonomi ikan Monodactylus
- Kingdom: Animalia
- Filum: Chordata
- Kelas: Actinopterygii
- Ordo: Perciformes
- Famili: Monodactylidae
- Genus: Monodactylus
- Spesies populer: Monodactylus argenteus (Silver Moony), Monodactylus sebae (African Moony)
Ciri-ciri utama:
- Tubuh berbentuk pipih, hampir bundar.
- Warna perak mengilap dengan sentuhan kuning pada sirip punggung dan sirip ekor.
- Dapat tumbuh hingga 20 cm, meskipun di akuarium biasanya hanya 8–12 cm.
Habitat alami:
- Muara sungai, laguna, dan pantai berair payau hingga asin.
- Ditemukan di wilayah Indo-Pasifik, termasuk Indonesia.
Karakter & perilaku:
- Aktif, damai, dan suka berkelompok.
- Cocok dipelihara bersama ikan payau lain yang berukuran serupa.