Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour di Bandung Bangkitkan Nostalgia dan Dukung Industri Kreatif Lokal
- IG/srikandikonser
Bandung, WISATA – Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi kedelapan yang digelar di Prabuwangi Park, Arcamanik, Bandung, pada Minggu, bukan sekadar menjadi hiburan bagi para Slankers. Lebih dari itu, acara ini menjadi pertemuan emosional antara Slank dengan Kota Bandung yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan karier mereka, sekaligus menjadi wadah untuk menggerakkan industri kreatif dan ekonomi berbasis komunitas.
Band legendaris yang beranggotakan Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee mengaku selalu memiliki ikatan khusus dengan Bandung. Kota ini menjadi saksi lahirnya salah satu babak penting dalam sejarah Slank, tepatnya ketika formasi saat ini pertama kali tampil bersama di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) pada 1997.
Gitaris Slank, Ridho, mengenang pengalaman berkesan menjelang konser perdananya bersama Slank di Bandung. Saat itu, ia bersama mendiang Ivan Kurniawan sempat mengecat rambut sebagai bagian dari penampilan mereka di atas panggung. Kenangan tersebut masih melekat hingga kini dan menjadi salah satu momen yang tak terlupakan dalam perjalanan kariernya.
Vokalis Slank, Kaka, menambahkan bahwa konser di Sabuga hampir tiga dekade lalu menjadi tantangan besar bagi personel baru. Ridho saat itu harus mempelajari sekitar 30 lagu dalam waktu singkat agar dapat tampil maksimal bersama Slank di hadapan ribuan penggemar. Momen tersebut menjadi titik awal yang memperkuat kekompakan formasi Slank yang bertahan hingga sekarang.
Semangat nostalgia itu kemudian dipadukan dengan misi yang lebih luas. Melalui tur Berani Kita Beda, penyelenggara bersama HS ingin memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri kreatif, khususnya di daerah. Bandung dipilih sebagai salah satu kota penting karena memiliki ekosistem musik yang hidup serta menjadi pasar yang potensial bagi berbagai sektor ekonomi kreatif.
Berbeda dengan penyelenggaraan di kota-kota sebelumnya, konser di Bandung menghadirkan jajaran musisi yang lebih banyak. Sebanyak sembilan grup musik tampil memeriahkan acara, termasuk tiga band lokal yang mendapat kesempatan tampil sebagai local heroes, yakni DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap regenerasi musisi independen yang tumbuh dari komunitas akar rumput.