Prajurit Habema Deteksi Pergerakan Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Papua

Ilustrasi Koops Habema
Sumber :
  • jubi.id

Jakarta, WISATA – Prajurit Koops TNI Habema mendeteksi dugaan pergerakan kelompok bersenjata saat melaksanakan patroli pengamanan wilayah di Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Deteksi dilakukan pada malam hari dengan memanfaatkan drone untuk mengamati kondisi medan yang sulit dan minim penerangan.

img_title Mencekam! Delapan ASN Ditembaki Saat Antar Bantuan Beras di Jayawijaya, Tiga Jadi Korban

Indikasi awal muncul ketika prajurit mendengar suara anjing dan melihat cahaya senter di sekitar aliran sungai. Situasi tersebut tidak langsung dianggap sebagai ancaman. Personel kemudian melakukan observasi udara guna memastikan sumber pergerakan dari lokasi yang sulit dijangkau secara langsung.

Hasil pemantauan drone menunjukkan tiga orang bergerak menyusuri sungai menuju wilayah Distrik Ugimba. Ketiganya kemudian terlihat berhenti di sebuah honai yang diduga digunakan sebagai tempat persinggahan.

img_title UNDIP Kirim 100 Akademisi ke Perbatasan RI-Papua Nugini Lewat Ekspedisi Patriot 2026

Informasi tersebut selanjutnya diteruskan melalui mekanisme koordinasi dan ditindaklanjuti dengan penguatan personel dari TK Gamagai. Pada Sabtu dini hari, prajurit bergerak menuju lokasi honai untuk melakukan penguasaan wilayah.

Namun, kelompok yang diduga berkaitan dengan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau tersebut melarikan diri sebelum prajurit tiba. Mereka dilaporkan bergerak menuju kawasan hutan dan dataran tinggi ke arah Kampung Kulapa.

img_title Menilik Pesona Kampung Wisata Niti Gedongkiwo: Ruang Harmoni Seni Tradisional dan Penjaga Sejarah Prajurit Kraton

Pemeriksaan di sekitar honai kemudian menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Barang yang diamankan antara lain satu senjata rakitan, satu pistol revolver standar, tujuh butir munisi, satu kotak munisi senapan angin, satu panah beserta lima anak panah, dua noken, satu bendera Bintang Kejora, satu senter, dan sembilan baterai.

Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan keberhasilan deteksi tersebut tidak terlepas dari kesiapsiagaan dan kecermatan prajurit dalam membaca situasi di lapangan.

Penggunaan drone menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kemampuan observasi, terutama ketika prajurit menghadapi medan terjal, jarak pandang terbatas, serta kondisi malam hari. Di kawasan tersebut, suhu bahkan dilaporkan mencapai sekitar 3 derajat Celsius.

Meski demikian, teknologi bukan satu-satunya penentu. Kemampuan menganalisis informasi, komunikasi berjenjang, serta pengambilan keputusan secara cepat dan terukur tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan patroli.

Halaman Selanjutnya
img_title