Waspada Bahaya Trombosis Vena Dalam Akibat Terlalu Lama Rebahan

Ancaman Pembekuan Darah bagi yang Rebahan di Tempat Tidur sambil Scrolling Media Sosial dan Bermain Game
Sumber :
  • bettersleep.org

Malang, WISATA – Suka rebahan sambil main HP seharian? Waspadai ancaman bahaya trombosis vena dalam yang mengintai anak muda akibat kurang bergerak dan gaya hidup sedenter!

img_title JOGLO'90, Rumah Filosofi Kayu Jati Tua yang Merawat Persaudaraan Alumni FPP Undip Semarang

Tren gaya hidup pasif atau sedentary lifestyle yang diwarnai aktivitas rebahan sambil menatap layar ponsel selama berjam-jam kini makin marak di kalangan generasi muda. Namun, kebiasaan bersantai yang terlihat sepele ini ternyata menyimpan bahaya kesehatan yang serius bagi tubuh. Baru-baru ini, seorang siswa sekolah menengah di Provinsi Zhejiang, Tiongkok, mengalami pembengkakan hebat pada betis karena serangan trombosis, sebuah kondisi medis berbahaya yang dipicu oleh pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah vena.

Kasus mengejutkan ini terjadi setelah sang remaja menghabiskan liburan musim panas dengan berbaring di tempat tidur sambil scrolling media sosial dan bermain game lebih dari lima jam sehari tanpa aktivitas fisik. Berdasarkan laporan medis, ia terdiagnosis mengidap kondisi trombosis vena dalam akibat dipicu oleh kombinasi faktor predisposisi genetik serta kebiasaan kurang bergerak yang memicu gangguan sirkulasi darah secara drastis.

img_title Wangi Wajan dan Manisnya Kuah Gula Jawa: Dua Kuliner Legendaris di Jalur Ungaran-Ambarawa

Ancaman Pembekuan Darah di Usia Muda

Banyak orang secara keliru menganggap bahwa bahaya pembekuan darah hanya mengintai kelompok lansia. Padahal, para pakar kesehatan menegaskan bahwa venous thromboembolism atau tromboemboli vena—yang mencakup deep vein thrombosis (DVT)—merupakan penyakit kardiovaskular tersering ketiga di dunia setelah serangan jantung dan stroke. Maraknya tren doomscrolling, maraton menonton serial, hingga tuntutan pekerjaan di depan meja membuat usia muda kini kian rentan terhadap penyakit pembuluh darah ini.

img_title Menyusuri Ungaran, Kota Kaki Gunung yang Menyimpan Sejuta Cita Rasa Oleh-Oleh Legendaris

Melansir rilis data kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kelancaran aliran darah sangat bergantung pada kontraksi otot-otot kaki saat manusia bergerak. Ketika seseorang berbaring atau duduk diam tanpa peregangan dalam durasi yang sangat panjang, aliran darah di area tungkai bawah akan melambat secara signifikan. Kondisi inilah yang menjadi pemicu utama terbentuknya gumpalan darah atau blood clot yang berpotensi menyumbat pembuluh vena dalam.

Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahan Lengkap

Guna mengantisipasi dampak yang fatal, masyarakat dianjurkan untuk peka terhadap tanda-tanda awal timbulnya penyumbatan. Gejala umum DVT meliputi pembengkakan abnormal pada salah satu kaki, betis atau paha yang terasa mengeras dan membesar, timbulnya sensasi hangat serta kemerahan di area kulit, hingga rasa nyeri hebat saat ditekan. Jika gumpalan darah tersebut terlepas dan berpindah menuju paru-paru, kondisi ini dapat berkembang menjadi pulmonary embolism yang ditandai dengan sesak napas mendadak, nyeri dada hebat, hingga batuk berdarah yang memerlukan penanganan darurat.

Halaman Selanjutnya
img_title