Cermin Pintar FaceHeart: Cuma Tatap Wajah 1 Menit, Bikin Liburan dan Perjalanan Jadi Makin Aman!
- Cuplikan Youtube Star Media Services
Jakarta, WISATA - Halo, Sobat Wisata Viva! Pernahkah kamu membayangkan bangun tidur di kamar hotel tempat liburan impian, lalu melangkah ke kamar mandi dan sekadar bercermin, tetapi langsung tahu seluruh kondisi kebugaran tubuhmu pagi itu? Tanpa perlu melilitkan sabut pengukur tekanan darah atau memakai perangkat smartwatch yang terkadang terasa mengganggu saat tidur, cermin di hadapanmu sudah bisa membaca apakah kondisi fisimuk siap untuk menjelajahi destinasi wisata ekstrem hari ini atau justru butuh istirahat sejenak.
Inovasi fantastis inilah yang mencuri perhatian banyak pengunjung di ajang pameran teknologi akbar Consumer Electronics Show (CES) 2025. Perusahaan pengembang perangkat lunak asal Taiwan, FaceHeart, memamerkan karya terbarunya berupa cermin pintar kesehatan atau cardio mirror. Penemuan ini membawa angin segar bagi dunia healthtech dan gaya hidup para pelancong modern yang sangat peduli pada kebugaran fisik selama bepergian.
Cermin Pintar FaceHeart
- Cuplikan Youtube Star Media Services
Teknologi Canggih Tanpa Sentuhan di Bilik Cermin
Teknologi yang diusung oleh FaceHeart bekerja secara contactless atau tanpa sentuhan fisik sama sekali. Cermin canggih ini dilengkapi dengan kamera khusus dan perangkat lunak berbasis algoritma kecerdasan buatan. Sistem tersebut bekerja memanfaatkan metode yang dinamakan remote photoplethysmography atau rPPG.
Prinsip kerjanya sungguh menakjubkan. Saat seseorang berdiri atau duduk tepat di depan cermin, kamera akan menangkap perubahan warna mikro yang sangat halus pada kulit wajah akibat aliran darah yang dipompa oleh jantung. Walaupun perubahan warna ini sama sekali tidak kasatmata bagi mata manusia biasa, algoritma canggih FaceHeart sanggup membacanya secara presisi. Dari data spasial dan temporal warna kulit tersebut, sistem secara otomatis menghitung berbagai tanda vital atau vital signs tubuh, mulai dari detak jantung (heart rate), variabilitas detak jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, hingga laju pernapasan (respiration rate).
Dari Kelelahan Mengemudi Hingga Pendamping Setia Perjalanan
Awal mula terciptanya teknologi canggih ini sebenarnya didasari oleh kebutuhan keamanan saat berkendara. Pada masa awal pengembangannya, tim peneliti FaceHeart merancang algoritma ini untuk mendeteksi fatigue driving atau tingkat kelelahan pengemudi di jalan raya guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.