Balai P2SDM Wilayah VI dan BPKH XVI Palu Gelar Bimtek SIG serta Operasional Drone Untuk Perkuat Tata Kelola Hutan
- Balai P2SDM Wilayah VI
Kamaruddin juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPKH Wilayah XVI Palu atas inisiasi kegiatan ini. Menurutnya, bimtek ini tidak hanya mempertegas peran Balai P2SDM Wilayah VI dalam mendorong pengembangan kompetensi SDM kehutanan, tetapi juga memperkokoh kolaborasi antar-instansi di wilayah layanannya.
Pelatihan ini diikuti oleh personel BPKH Wilayah XVI Palu serta perwakilan dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di Provinsi Sulawesi Tengah, antara lain:
- Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah
- Balai Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Sulawesi Tengah
- Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Manggala Agni) Sulawesi Tengah
Untuk memastikan kualitas pembelajaran, Bimtek ini menghadirkan para narasumber dan instruktur terkemuka yang memiliki rekam jejak mendalam di bidangnya:
1. Muh. Syahlan, S.Hut., M.P. – Pakar GIS berpengalaman yang kerap memimpin berbagai proyek akuisisi data spasial di berbagai wilayah Indonesia.
2. Yunita Puspitasari, S.Kom., M.Sc. – Praktisi GIS dengan spesialisasi teknis di bidang pengolahan, pemrosesan, serta otomatisasi data dan program geospasial.
3. Junaidin, S.Hut., M.E., M.A. – Analis dan praktisi data geospasial yang terlibat aktif dalam pengolahan serta analisis data pada berbagai program strategis kehutanan.
4. Ilham Natsir, S.Hut. – Praktisi drone dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) yang memiliki jam terbang tinggi dalam pemanfaatan drone untuk mendukung program kehutanan.
Melalui penguasaan materi dari para ahli serta praktik langsung di lapangan, penyediaan data dan informasi sumber daya hutan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan presisi.
Sinergi lintas UPT dan investasi pada human capital ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kehutanan, khususnya dalam mewujudkan tata kelola hutan berbasis data digital yang transparan dan akuntabel. Pengambilan keputusan yang didasari data presisi pada akhirnya akan memperkuat efektivitas pengelolaan hutan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan pemanfaatan sumber daya alam yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Junaidin, Widyaiswara Balai P2SDM Wilayah VI