Minyak Kayu Putih:  Potensi Herbal dari 24 Ribu Hektare Kawasan Perhutani di Jawa

Tanaman Kayu Putih
Sumber :
  • IG/anekabibitunggul.nirwana

Banyumas, WISATA – Minyak kayu putih selama ini dikenal luas sebagai salah satu produk herbal yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Aromanya yang khas dan sensasi hangatnya membuat minyak kayu putih kerap digunakan untuk membantu memberikan rasa nyaman saat tubuh kurang enak badan maupun sebagai bagian dari aktivitas aromaterapi. Di balik produk tersebut, terdapat potensi sumber daya hutan yang juga dikembangkan sebagai unit bisnis herbal oleh Perum Perhutani.

img_title Menikmati Pesona Batu Campsite: Sensasi Camping ala Korea di Tengah Hutan Pinus Kota Batu

Perhutani menjadikan kayu putih sebagai salah satu komoditas herbal yang dikembangkan dari kawasan hutan yang dikelolanya. Minyak kayu putih diperoleh melalui proses ekstraksi dengan cara mendestilasi daun dan ranting tanaman kayu putih. Proses penyulingan tersebut menghasilkan minyak atsiri yang kemudian dapat diolah dan dipasarkan sebagai produk minyak kayu putih.

Skala pengembangan tanaman kayu putih Perhutani juga cukup besar. Berdasarkan informasi resmi perusahaan, kawasan hutan kayu putih yang dikelola Perhutani mencapai 24.255,56 hektare. Luasan tersebut tersebar di tiga wilayah, yaitu Divisi Regional Jawa Tengah sekitar 2.819 hektare, Jawa Timur 8.121 hektare, serta Jawa Barat dan Banten mencapai 13.315,56 hektare.

img_title Kopi Perhutani, Agroforestry Berkelanjutan yang Menjaga Hutan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Besarnya kawasan tersebut menunjukkan bahwa kayu putih bukan sekadar tanaman yang menghasilkan produk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki peran dalam diversifikasi bisnis kehutanan. Pemanfaatan hasil hutan nonkayu seperti minyak kayu putih memungkinkan kawasan hutan menghasilkan nilai ekonomi tanpa hanya bergantung pada produk kayu.

Rangkaian produksinya dimulai dari pengelolaan tanaman dan pemanenan daun serta ranting. Bahan tersebut kemudian dibawa ke fasilitas pengolahan untuk menjalani proses penyulingan. Perhutani memiliki sejumlah Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP), antara lain PMKP Krai-Gundih di Jawa Tengah, PMKP Sukun-Madiun di Jawa Timur, serta PMKP Jatimunggul di Indramayu untuk wilayah Jawa Barat dan Banten. Perusahaan mencatat kapasitas produksi minyak kayu putih sekitar 400 ton per tahun.

img_title Apa Itu Hutan Tanaman Rakyat? Begini Perannya bagi Kelestarian Hutan dan Ekonomi Masyarakat

Pengembangan komoditas ini juga melibatkan proses transfer pengetahuan dan penguatan pengolahan di tingkat lapangan. Dalam salah satu kegiatan di Banyumas Barat, Perhutani memperlihatkan rangkaian proses mulai dari pemetikan daun, pengangkutan, hingga penyulingan menjadi minyak kayu putih.

Halaman Selanjutnya
img_title