Korps Marinir Kaji Howitzer 105 mm LG1 MK III, Meriam Ringan dengan Jangkauan 17 Km

Ilustrasi Meriam Howitzer 105 LG
Sumber :
  • indonesiadefense.com

Jakarta, WISATA – Korps Marinir TNI Angkatan Laut tengah mengkaji potensi pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) artileri medan terbaru untuk mendukung kebutuhan operasional dan meningkatkan kesiapan tempur prajurit. Salah satu sistem yang menjadi perhatian adalah Howitzer 105 mm LG1 MK III, meriam ringan buatan produsen pertahanan Prancis yang kini berada di bawah KNDS.

img_title Samsung Galaxy Z Flip5: Inovasi Canggih dengan Desain Lipat yang Elegan

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi memimpin langsung pemaparan teknis mengenai kemampuan dan spesifikasi LG1 MK III di Jakarta, Senin (3/8). Pemaparan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Korps Marinir serta Direktur PT Lentera Sumber Makmur Mayjen (Purn) Dwi Jati Utomo yang menjelaskan aspek teknis dan sistem pemeliharaan meriam.

LG1 MK III dirancang sebagai howitzer 105 mm ringan dan mudah dipindahkan. Bobotnya sekitar 1,5–1,6 ton, sehingga menjadi salah satu keunggulan utama sistem ini untuk operasi yang membutuhkan mobilitas tinggi. Data teknis yang tersedia menyebutkan meriam tersebut dapat menggunakan amunisi standar NATO 105 mm. Dengan munisi extended-range tertentu, jangkauannya dapat mencapai sekitar 17 kilometer.

img_title Bocoran Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S24: Layar AMOLED 2X dengan Kemampuan AI

Selain ringan, LG1 MK III memiliki laju tembak maksimum hingga 12 peluru per menit dalam kondisi tertentu. Sistem ini juga dikembangkan untuk mendukung pengerahan cepat dan dapat dipindahkan menggunakan kendaraan maupun sarana angkut udara. Karakter tersebut membuatnya relevan untuk pasukan yang beroperasi di wilayah dengan medan sulit, termasuk kawasan pegunungan, hutan, dan daerah terpencil.

Versi Mk III juga memiliki kemampuan digital yang lebih modern dibandingkan generasi sebelumnya. Konfigurasinya dapat dilengkapi sistem navigasi inersial dan komputer balistik untuk membantu proses penentuan posisi serta solusi penembakan. KNDS bahkan pernah memperkenalkan konfigurasi pengembangan yang mengintegrasikan remote fire system dan kompatibilitas dengan munisi berpemandu GPS/INS.

img_title 10 Novel Filsafat Ini Bawa Sobat Wisata Viva 'Piknik' ke Alam Pikiran, dari Sophie's World sampai 1984

LG1 juga bukan sistem yang sepenuhnya baru di dunia militer. Varian ini telah digunakan oleh sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Thailand.

Meski demikian, pemaparan teknis belum berarti keputusan pembelian telah ditetapkan. Endi menegaskan bahwa setiap rencana penambahan alutsista harus dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan kemampuan tempur, interoperabilitas antarsistem, pemeliharaan, serta efektivitas dukungannya terhadap tugas Korps Marinir.

Halaman Selanjutnya
img_title