Ride to Hope Surabaya, Gerakan Apresiasi Pengemudi Ojol Perempuan untuk Keselamatan dan Kesejahteraan
- ciputra,ac.id
Surabaya, WISATA – Di tengah tekanan ekonomi yang semakin besar, banyak perempuan kini mengambil peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus ibu bagi keluarga. Salah satu profesi yang mencerminkan ketangguhan tersebut adalah pengemudi ojek online (ojol) perempuan. Mereka setiap hari berjuang di jalan demi memenuhi kebutuhan rumah tangga dan memastikan masa depan anak-anak tetap terjaga.
Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan tersebut, Ikatan Alumni Magister Manajemen (IKA MM) Universitas Ciputra bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Surabaya dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya menggelar program Ride to Hope. Kegiatan yang berlangsung di UC Plaza pada 14 Juli ini diikuti sekitar 100 pengemudi ojol perempuan.
Ketua IKA MM Universitas Ciputra, Malik Atmadja, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata nilai kepedulian yang menjadi bagian dari semangat kewirausahaan di Universitas Ciputra. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial yang diwujudkan melalui aksi nyata bagi masyarakat.
Program Ride to Hope tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga mengampanyekan pentingnya keselamatan berkendara. Para peserta menerima helm kustom untuk meningkatkan keamanan saat bekerja di jalan. Selain itu, mereka memperoleh tas sekolah bagi anak-anak sebagai simbol dukungan terhadap pendidikan generasi penerus.
Wakil Rektor III Universitas Ciputra, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengajak para ibu untuk terus mendorong anak-anak berprestasi karena Universitas Ciputra menyediakan berbagai program beasiswa, mulai dari jalur akademik, olahraga, organisasi, hingga kompetisi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan sehari-hari, panitia juga membagikan paket sembako dan fasilitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) gratis guna membantu mengurangi biaya operasional para pengemudi.
Ketua Forum PUSPA Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ojol perempuan yang setiap hari bekerja keras demi keluarga. Menurutnya, di balik atribut kerja yang dikenakan, terdapat tanggung jawab besar sebagai ibu yang berupaya memberikan kehidupan dan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.