Heboh Kreator Mukbang Yuno Dikritik Akibat Pesan Makanan Berlebihan di Kelas Satu
- 8days.sg
Malang, WISATA – Aksi YouTuber mukbang Korea Yuno yang memesan makanan hingga 20 kali di kabin kelas satu menuai kritik tajam netizen karena dinilai membebani pramugari.
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya terbang di kabin mewah kelas satu untuk pertama kalinya? Keberadaan fasilitas premium dan pelayanan tanpa batas terkadang membuat siapa saja merasa sangat antusias. Namun, apa jadinya jika rasa antusias yang meletup-letup tersebut justru berujung pada banjir kritik di dunia maya? Pengalaman unik sekaligus menegangkan inilah yang baru saja menimpa seorang kreator konten asal Korea Selatan.
Dalam unggahan video terbarunya yang mendokumentasikan perjalanan udara mewah tersebut, sang pembuat konten dinilai telah bertindak di luar batas oleh para penontonnya. Sosok pembuat konten yang dimaksud adalah Yuno, seorang pemuda berusia 25 tahun yang dikenal luas lewat video-video tantangan makan porsi besar. Netizen menyoroti keputusannya yang dinilai egois karena memesan hidangan kepada awak kabin secara berulang kali sepanjang perjalanan udara.
Rekor Pesanan Makanan yang Memetik Kontroversi
Sebagai seorang YouTuber mukbang populer dengan lebih dari 780 ribu pengikut, Yuno memang terbiasa menyantap makanan dalam jumlah masif. Namun, ruang kabin pesawat ternyata memiliki etika tak tertulis yang sangat berbeda dengan studio tempatnya biasa bekerja. Dalam video yang kini telah dihapus tersebut, Yuno terlihat melahap tujuh mangkuk ramen, ditambah dengan salad, roti, buah-buahan segar, roti lapis, keju, kue tiramisu serta aneka camilan lainnya. Jika ditotal, ia telah meminta pelayanan makanan kepada kru pesawat sebanyak 20 kali.
Meskipun pada bagian akhir video Yuno sudah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para awak kabin, gelombang kritik dari para pengikut dan warganet tidak dapat dibendung. Banyak penonton yang merasa bahwa permintaan makanan yang bertubi-tubi tersebut memberikan tekanan kerja yang tidak perlu kepada para pramugari. Tugas kru kabin dinilai sudah sangat padat untuk menjaga keselamatan penerbangan, sehingga beban kerja ekstra tersebut dianggap kurang berempati.
Keluhan Penumpang Lain dan Spekulasi Maskapai
Selain masalah beban kerja pramugari, warganet juga menyoroti kenyamanan penumpang lain yang berada di kelas premium tersebut. Jarak antar-kursi di kelas utama memang luas, namun aroma makanan yang disajikan secara terus-menerus di ruang tertutup tentu dapat mengganggu. Salah satu netizen bahkan melayangkan komentar tajam yang mempertanyakan apakah penumpang lain harus terjebak mencium aroma kuah sup dan panggangan sepanjang belasan jam penerbangan.