Baru, Operasi Esofagus Bayi Tanpa Bedah Terbuka Menggunakan Teknologi Kamera Minimal Invasif di RSND UNDIP

Inovasi Bedah Minimal Invasif, RSND UNDIP
Sumber :
  • UNDIP.ac.id

Semarang, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang kerap melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia, kenyamanan fasilitas kesehatan sering kali menjadi salah satu poin penting yang ikut diperhatikan. Berbicara mengenai perkembangan fasilitas medis tanah air, kabar membanggakan dan sangat bersejarah baru saja lahir dari Kota Semarang, Jawa Barat. Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro berhasil mencatatkan capaian krusial yang menandai lompatan besar dalam dunia bedah anak di Indonesia. Tim medis RSND sukses melaksanakan tindakan Video-Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS) untuk menangani kasus atresia esofagus pada seorang pasien bayi. Prosedur bedah canggih ini sekaligus menjadi pionir atau yang pertama kali berhasil dilakukan di Indonesia oleh tim bedah anak dalam negeri.

img_title Menelusuri Keunikan Sate Bandeng Khas Banten: Kuliner Tanpa Duri Warisan Kesultanan yang Gurihnya Bikin Nagih

Operasi yang penuh risiko dan membutuhkan tingkat presisi tinggi ini dipimpin langsung oleh Dr. dr. Agung Aji Prasetyo, M.Si.Med, Sp.BA bersama dengan tim multidisiplin yang solid. Di dalam ruang operasi, ia bahu-membahu bersama para dokter spesialis anestesi pediatrik, perawat terlatih, serta konsultan neonatologi anak. Keberhasilan pelaksanaan operasi ini membuktikan bahwa kualitas infrastruktur medis serta kapabilitas tenaga ahli kedokteran di dalam negeri kini sudah mampu berdiri sejajar dengan standar internasional.

Mengenal Atresia Esofagus dan Bahaya Aspirasi Paru-Paru pada Bayi

img_title Mengintip Dapur Terbuka dan Seni Penyajian Autentik Mie Daging Sapi China Lanzhou Kayutangan

Secara medis, atresia esofagus dikategorikan sebagai sebuah kelainan bawaan lahir (congenital anomaly) yang tergolong cukup langka menyerang bayi baru lahir. Pada kondisi anatomi yang tidak normal ini, saluran esofagus atau kerongkongan bayi tidak terbentuk secara sempurna sehingga berujung buntu. Akibatnya, sang bayi sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menelan cairan maupun air susu ibu (ASI) dengan baik. Kondisi ini sering kali kian diperparah oleh adanya temuan kasus di mana bagian bawah esofagus justru terhubung secara abnormal dengan saluran pernapasan melalui sebuah saluran pendek yang disebut fistula.

Kelainan letak saluran ini sangat berbahaya karena berhubungan langsung dengan keselamatan jiwa sang bayi dan penanganannya sama sekali tidak boleh ditunda. Jika cairan atau ASI dipaksakan masuk, cairan tersebut akan kembali naik ke atas dan berisiko besar masuk merembes ke dalam paru-paru. Peristiwa yang dinamakan sebagai proses aspirasi ini dapat memicu infeksi jaringan paru serta gangguan pernapasan yang sangat serius. Oleh sebab itu, tindakan koreksi bedah darurat harus segera diupayakan demi menyelamatkan sistem pencernaan dan pernapasan sang buah hati.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Seorang Ibu dari Bayi Berusia 4 Bulan Membagikan 200 Goodie Bag kepada Penumpang dalam Penerbangan Pertama Anaknya