Kisah Sukses La Vida HOME, Sulap Limbah Kulit Kerang Capiz Menjadi Kerajinan Bernilai Ekspor
- umkmindonesia.id
Situbondo, WISATA – Di tangan yang tepat, limbah bisa berubah menjadi produk bernilai tinggi. Hal itulah yang dibuktikan Nanik Salvia Sasatyo melalui La Vida HOME Indonesia, sebuah merek kerajinan yang mengolah kulit kerang capiz (Placuna placenta) menjadi aneka produk dekorasi rumah yang kini telah menembus pasar internasional.
Kerang capiz merupakan jenis kerang yang banyak ditemukan di perairan Indonesia dan Filipina. Selama bertahun-tahun, kulit kerang ini kerap dianggap sebagai limbah hasil tangkapan nelayan di Situbondo, Jawa Timur, dan Tegal, Jawa Tengah. Melihat potensi yang belum dimanfaatkan, Nanik menjadikannya sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan produk kerajinan bernilai ekonomi.
Sebelum mendirikan La Vida HOME pada 14 April 2014, Nanik menghabiskan sekitar sepuluh tahun bekerja di perusahaan perdagangan kerajinan. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai karakter bahan alami, standar kualitas, hingga kebutuhan pasar ekspor. Berbekal tabungan pribadi sebesar Rp40 juta, ia memulai usahanya dengan menyasar pasar lokal, khususnya warga negara asing yang tinggal di Indonesia.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar pelanggan asing kembali ke negara asal sehingga penjualan turun drastis. Kondisi itu mendorong Nanik melakukan inovasi dengan menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar domestik, salah satunya pot tanaman dalam ruangan atau indoor pot berbahan kulit kerang capiz. Strategi tersebut terbukti mampu menjaga keberlangsungan usahanya.
Selain menghasilkan produk unik, La Vida HOME juga mengembangkan sistem produksi yang memberdayakan masyarakat. Proses pembuatan kerajinan melibatkan kelompok perempuan di desa-desa sekitar Situbondo dan Tegal untuk tahap penempelan kulit kerang dan pengamplasan, sementara proses akhir dilakukan oleh kelompok pekerja lainnya. Pola kerja ini membuka peluang ekonomi bagi banyak keluarga di daerah pemasok bahan baku.
Kini berbagai produk La Vida HOME, mulai dari tatakan gelas, placemat, peralatan saji hingga pot dekoratif, telah dipasarkan ke Amerika Serikat, Inggris, dan China. Di dalam negeri, produknya juga hadir di sejumlah pusat perbelanjaan dan hotel berbintang.
Atas inovasi dan komitmennya terhadap kerajinan berkelanjutan, La Vida HOME berhasil meraih Inacraft Awards serta WCC Award of Excellence for Handicrafts pada 2024. Kisah Nanik menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kemampuan melihat peluang, beradaptasi dengan perubahan pasar, serta memberdayakan potensi lokal menjadi produk yang mampu bersaing di tingkat global.