Bersih Desa Karangbesuki Malang Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penggerak UMKM Lokal

Wahyu Hidayat, Walikota Malang
Sumber :
  • malangkota.go.id

Malang, WISATA – Tradisi Bersih Desa yang digelar warga RW 05 Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, kembali menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga dinilai mampu menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan roda perekonomian melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

img_title Wisata Hiburan Layang-Layang di Malang Raya, Tradisi Musim Kemarau yang Dongkrak Ekonomi Kreatif

Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menghadiri rangkaian Selamatan Bersih Desa yang dipusatkan di kawasan Candi Badut, Minggu (5/7/2026). Menurutnya, tradisi yang terus dipertahankan masyarakat Karangbesuki memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat berupa kesehatan, kesejahteraan, dan keberhasilan yang telah diperoleh.

Semangat bersyukur yang diwujudkan melalui Bersih Desa menjadi salah satu nilai luhur yang perlu terus dipelihara. Tradisi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan sesama maupun dengan Sang Pencipta sehingga kehidupan yang dijalani semakin penuh keberkahan.

img_title Asal Usul Tiban: Tradisi Adu Cambuk di Kediri sebagai Ritual Memohon Hujan yang Sarat Makna Budaya

Rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia pun mendapat apresiasi karena mampu memadukan unsur budaya, religi, dan ekonomi. Mulai dari Kampung Obor, kirab budaya, hingga pengajian menjadi bagian dari perayaan yang tidak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga mendatangkan manfaat bagi para pelaku UMKM. Kehadiran stan kuliner dan produk lokal membuat aktivitas ekonomi masyarakat ikut meningkat selama acara berlangsung.

Menurut Wahyu Hidayat, kondisi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Malang, yakni "Ngalam Asik" dan "Ngalam Laris". Melalui penyelenggaraan kegiatan budaya, masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan dan ruang berkumpul, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal karena produk-produk UMKM semakin diminati pengunjung.

img_title Mengulik Keseruan Edukasi Kreatif Kampung Wisata Rejowinangun: Pesona Tradisi Wiwitan dan Kampung Jamu di Kotagede

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi memiliki peran penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur perlu dikenalkan sejak dini agar tidak tergerus perkembangan zaman. Dengan memahami sejarah lahirnya sebuah tradisi, generasi muda diharapkan semakin menghargai identitas daerah dan memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut melestarikannya.

Halaman Selanjutnya
img_title