Dampak Pembangunan IKN Dongkrak Ekonomi Penajam Paser Utara hingga 19,9 Persen, Efeknya Mulai Meluas ke Kalimantan Timur
- ikn.go.id
Penajam, WISATA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Hasil kajian pembangunan IKN Tahap I selama periode 2022–2024 memperlihatkan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi wilayah yang menikmati pertumbuhan ekonomi paling signifikan dibandingkan daerah lain di provinsi tersebut.
Dalam seminar bertajuk Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!, Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan ibu kota baru tidak hanya dinilai dari banyaknya gedung atau infrastruktur yang selesai dibangun. Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan mampu menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Berdasarkan hasil kajian, ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara tumbuh hingga 19,9 persen, jauh melampaui pertumbuhan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur. Sementara itu, secara keseluruhan perekonomian Kalimantan Timur juga mencatat pertumbuhan sekitar 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Geliat Ekonomi Penajam
- ikn.go.id
Pertumbuhan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya belanja pemerintah dan masuknya investasi dalam jumlah besar selama proses pembangunan IKN. Sektor konstruksi menjadi salah satu motor utama yang mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), seiring masifnya pembangunan kawasan pemerintahan dan berbagai fasilitas pendukung.
Efek ekonomi pembangunan IKN juga mulai dirasakan oleh daerah-daerah penyangga. Meningkatnya kebutuhan terhadap barang dan jasa mendorong pertumbuhan sektor logistik, transportasi, perdagangan, akomodasi, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak lagi terpusat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, tetapi mulai membentuk jaringan ekonomi yang melibatkan Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitarnya.
Memasuki pembangunan Tahap II, dampak ekonomi diperkirakan akan semakin besar. Tambahan PDRB diproyeksikan terus memberikan kontribusi positif bagi Penajam Paser Utara maupun Kalimantan Timur secara keseluruhan. Kondisi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi daerah yang selama ini bergantung pada sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.
Otorita IKN menilai penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha daerah menjadi kunci agar manfaat pembangunan semakin merata. Strategi tersebut juga sejalan dengan pengembangan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) yang dirancang menjadikan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kalimantan dan Indonesia dalam jangka panjang.