Muhammadiyah Perluas Fakultas Kedokteran di Luar Jawa untuk Percepat Pemerataan Layanan Kesehatan Nasional

Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Sumber :
  • IG/skyscrapercitygorontalo

Pekanbaru, WISATA – Upaya mengurangi kesenjangan layanan kesehatan antara Pulau Jawa dan berbagai daerah lain di Indonesia terus menjadi perhatian Muhammadiyah. Melalui pengembangan Fakultas Kedokteran (FK) di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di luar Jawa, organisasi tersebut ingin memperkuat ketersediaan tenaga medis sekaligus memperluas akses pendidikan kedokteran di daerah.

img_title Muhammadiyah dan PPIDK Timtengka Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Beasiswa, dan Jejaring Internasional

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, saat menghadiri puncak peringatan Milad ke-18 Universitas Muhammadiyah Riau di Pekanbaru, Sabtu (27/6). Mengusung tema "Tumbuh dan Berdampak untuk Semesta", acara tersebut menjadi momentum untuk menegaskan peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor kesehatan.

Menurut Muhadjir, pemerataan fasilitas kesehatan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Hingga kini, kualitas maupun jumlah layanan kesehatan di luar Pulau Jawa dinilai belum sepenuhnya setara dengan wilayah Jawa. Karena itu, Muhammadiyah memilih memperluas pendirian fakultas kedokteran di berbagai daerah sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

img_title Tips Wisata Aman Bersama Lansia dan Beragam Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik maupun Mental

Ia menjelaskan, langkah tersebut bertujuan agar daerah memiliki kesempatan lebih besar mencetak dokter yang berasal dari wilayahnya sendiri. Kehadiran tenaga kesehatan lokal diharapkan mampu memperkuat pelayanan medis sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap distribusi dokter dari kota-kota besar di Pulau Jawa.

Saat ini, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah telah memiliki 23 Fakultas Kedokteran yang tersebar di berbagai perguruan tinggi. Jumlah tersebut menjadikan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan dengan fakultas kedokteran terbanyak di dunia.

img_title Muhammadiyah Perbolehkan Dam Haji Disembelih di Indonesia, Ini Alasan dan Dasar Hukumnya

Perkembangan ini sekaligus memperkuat salah satu bidang pengabdian utama Muhammadiyah, yakni pelayanan kesehatan. Selain mengelola jaringan pendidikan, Muhammadiyah juga memiliki ratusan rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai provinsi.

Keberadaan fakultas kedokteran yang didukung jaringan rumah sakit memberikan keuntungan besar ketika pemerintah mulai menerapkan kebijakan baru mengenai pendidikan dokter spesialis. Berdasarkan regulasi terbaru, pendidikan dokter spesialis kini dapat diselenggarakan berbasis rumah sakit (hospital-based), tidak hanya melalui rumah sakit pendidikan yang terhubung dengan fakultas kedokteran (teaching hospital).

Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang lebih luas bagi institusi pendidikan Muhammadiyah untuk ikut mencetak dokter spesialis dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan dukungan rumah sakit yang telah dimiliki, Muhammadiyah disebut berada dalam posisi yang siap untuk menjalankan program tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title