Indonesia Bawa Empat Komitmen Baru di Our Ocean Conference 2026, Berpeluang Raih Pendanaan Internasional US$260 Juta
- IG/pesisirlestari
Jakarta, WISATA – Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai salah satu negara yang aktif mendorong pelestarian ekosistem laut dunia. Dalam ajang Our Ocean Conference (OOC) ke-11 yang berlangsung di Mombasa, Kenya, pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memperkenalkan empat komitmen baru yang berfokus pada pengelolaan laut berkelanjutan. Langkah tersebut tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kelautan global, tetapi juga membuka peluang memperoleh dukungan pendanaan internasional hingga US$260 juta melalui berbagai skema kerja sama.
Dana tersebut direncanakan untuk mendukung sejumlah program strategis, mulai dari konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem pesisir dan laut, hingga pengembangan Ocean Centres sebagai pusat kolaborasi riset, edukasi, dan inovasi pengelolaan sumber daya kelautan.
Dalam keterangan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri Trenggono menegaskan bahwa empat komitmen yang dibawa Indonesia merupakan bentuk nyata upaya pemerintah memperkuat tata kelola ruang laut, memperluas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam untuk menghadapi dampak perubahan iklim.
Komitmen pertama berkaitan dengan penyempurnaan tata kelola ruang laut secara terpadu. Pemerintah akan mengintegrasikan perencanaan tata ruang daratan dan lautan ke dalam dokumen tata ruang nasional maupun daerah. Selain itu, pemerintah juga akan menyusun regulasi zonasi lintas wilayah dan memasukkan kawasan strategis nasional berbasis karbon biru sebagai bagian dari kebijakan tata ruang nasional.
Pendekatan ini dinilai penting untuk mengurangi konflik pemanfaatan ruang laut sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi, konservasi, dan perlindungan lingkungan.
Komitmen kedua berfokus pada perluasan kawasan konservasi laut. Indonesia menargetkan penambahan 700 ribu hektare kawasan konservasi baru pada 2026. Target tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai perlindungan 30 persen wilayah perairan Indonesia pada tahun 2045, sekaligus menjaga keanekaragaman hayati laut yang menjadi salah satu yang terkaya di dunia.
Tidak hanya memperluas kawasan konservasi, pemerintah juga menaruh perhatian pada kualitas pengelolaannya. Melalui komitmen ketiga, KKP akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengelolaan sekitar 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan. Evaluasi tersebut bertujuan memastikan kawasan konservasi benar-benar memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut.