Mengapa Pizza Hut Dijual? Ini Alasan Lengkap di Balik Penjualan Senilai Rp44 Triliun
- IG/sumut_infrastruktur2
Jakarta, WISATA – Dunia bisnis restoran global dikejutkan oleh keputusan perusahaan induk Pizza Hut, Yum! Brands, yang menjual bisnis Pizza Hut dalam transaksi senilai sekitar US$2,7 miliar atau lebih dari Rp44 triliun. Keputusan ini menandai berakhirnya hampir tiga dekade kepemilikan Yum! Brands atas jaringan restoran pizza yang pernah menjadi pemimpin pasar dunia.
Salah satu alasan utama adalah menurunnya performa bisnis Pizza Hut dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, penjualan Pizza Hut di Amerika Serikat tercatat turun 8,2 persen, sementara penjualan global merek-merek lain di bawah Yum! Brands justru menunjukkan pertumbuhan positif. Bahkan, penjualan tahunan Pizza Hut secara keseluruhan mengalami penurunan ketika merek saudara seperti KFC dan Taco Bell terus berkembang. Kondisi tersebut membuat Pizza Hut dianggap sebagai merek dengan performa paling lemah dalam portofolio Yum! Brands.
Dalam industri pizza, Pizza Hut menghadapi persaingan ketat dari Domino's Pizza. Selama bertahun-tahun, Domino’s berhasil membangun sistem pemesanan digital yang lebih modern, layanan pengiriman yang efisien, serta strategi harga yang kompetitif. Akibatnya, pangsa pasar Pizza Hut terus tergerus. Para analis menilai Pizza Hut terlambat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan aplikasi dan layanan pesan antar.
Banyak gerai Pizza Hut masih menggunakan format restoran lama yang membutuhkan biaya operasional tinggi, mulai dari sewa bangunan, perawatan, hingga tenaga kerja. Di tengah perubahan tren tersebut, model bisnis lama menjadi beban yang mengurangi profitabilitas perusahaan.
Sebelum keputusan penjualan diumumkan, Yum! Brands telah menjalankan evaluasi strategis terhadap Pizza Hut. Hasilnya, sekitar 250 gerai yang dianggap berkinerja rendah di Amerika Serikat diputuskan untuk ditutup pada 2026. Selain itu, sejumlah franchisee Pizza Hut juga menghadapi masalah keuangan. Beberapa operator bahkan mengajukan perlindungan kebangkrutan dan menjual puluhan gerai mereka kepada pemilik baru.
CEO Yum! Brands, Chris Turner, menyatakan bahwa penjualan Pizza Hut memungkinkan perusahaan lebih fokus pada merek-merek yang memiliki pertumbuhan lebih kuat, terutama KFC dan Taco Bell.
Dalam skema yang disepakati, bisnis Pizza Hut di luar Tiongkok akan diakuisisi oleh perusahaan investasi LongRange Capital senilai sekitar US$1,5 miliar. Sementara operasi Pizza Hut di Tiongkok dibeli oleh Yum China Holdings senilai sekitar US$1,2 miliar. Transaksi ini diperkirakan selesai pada kuartal ketiga 2026.