Sambut 1 Muharam 1448 H, Kemenag Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Bagi Bibit Tanaman

Bibit Tanaman
Sumber :
  • kemenag.go.id

Jakarta, WISATA – Kementerian Agama (Kemenag) memaknai datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dengan cara yang berbeda. Tak hanya menghadirkan refleksi spiritual, momentum pergantian tahun Hijriah juga dijadikan sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

img_title HUT ke-81 RI di UMM Meriah, Lomba Tradisional Dipadukan Teknologi dan Aksi Peduli Lingkungan

Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kemenag menginisiasi berbagai aksi ramah lingkungan sebagai bagian dari penguatan konsep ekoteologi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah membagikan ratusan bibit tanaman kepada peserta kegiatan "Bimas Islam Talks: Peaceful Muharam 1448 H – Public Expose Kolaborasi Lembaga Filantropi Islam" yang berlangsung di Jakarta.

Berbeda dari suvenir pada umumnya, bibit tanaman dipilih karena dinilai memiliki manfaat jangka panjang. Selain dapat ditanam dan dirawat, tanaman juga berkontribusi terhadap penghijauan serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

img_title Pesantren Ramah Anak Jadi Prioritas Kemenag, Ini Strategi Pencegahan Kekerasan!

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah Amir, menjelaskan bahwa pemilihan tanaman sebagai buah tangan bukan sekadar simbol seremonial. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya membangun budaya baru agar kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang bisa dilakukan setiap orang.

"Kami ingin setiap kegiatan tidak hanya meninggalkan pengetahuan dan gagasan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang terus tumbuh. Karena itu, kami memilih tanaman sebagai suvenir yang dapat dirawat dan memberi nilai bagi lingkungan," ujarnya.

img_title Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026, Kemenag Siapkan Pengamanan dan Layanan Peserta

Lubenah menegaskan bahwa semangat ekoteologi yang diusung Kementerian Agama mengajarkan bahwa nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada ibadah ritual semata. Kepedulian terhadap alam juga merupakan bentuk tanggung jawab moral yang perlu diwujudkan bersama.

Ia menambahkan, penggunaan tanaman hidup sekaligus menjadi upaya mengurangi barang sekali pakai yang berpotensi menambah volume sampah setelah sebuah acara selesai dilaksanakan. Dengan demikian, penyelenggaraan kegiatan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas, baik bagi peserta maupun lingkungan sekitar.

Menurutnya, gerakan menjaga bumi tidak harus dimulai dari aksi besar. Membiasakan diri mengurangi sampah, memilih bahan yang lebih ramah lingkungan, hingga menanam pohon merupakan langkah kecil yang apabila dilakukan secara konsisten dapat melahirkan perubahan besar.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Peaceful Muharam 1448 H, yakni "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat". Kemaslahatan yang dimaksud tidak hanya mencakup aspek sosial dan kemanusiaan, tetapi juga menyentuh keberlanjutan lingkungan hidup demi masa depan generasi mendatang.

Halaman Selanjutnya
img_title