Kerja Sama Pertahanan AS dan Bangladesh Berpotensi Ubah Peta Geopolitik Asia Selatan
- indomiliter.com
Jakarta, WISATA – Hubungan pertahanan antara Amerika Serikat dan Bangladesh dikabarkan semakin mendekati kesepakatan penting yang dapat memengaruhi keseimbangan geopolitik di kawasan Asia Selatan. Kedua negara disebut tengah memasuki tahap akhir pembahasan kerja sama strategis yang memungkinkan militer AS memperoleh akses ke sejumlah pelabuhan dan fasilitas udara di Bangladesh.
Pembahasan ini semakin menguat setelah kunjungan delegasi dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat ke Dhaka pada awal Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah kerja sama ekonomi dan keamanan yang saling berkaitan. Kesepakatan yang menjadi sorotan adalah General Security of Military Information Agreement (GSOMIA) dan Acquisition and Cross-Servicing Agreement (ACSA). Melalui perjanjian tersebut, militer AS nantinya berpotensi menggunakan fasilitas pelabuhan dan pangkalan udara Bangladesh untuk kebutuhan logistik, pengisian bahan bakar, hingga dukungan operasional di kawasan Teluk Benggala.
Wilayah strategis seperti pelabuhan Chittagong dan Matarbari dipandang memiliki posisi penting karena berada di jalur perdagangan dan pelayaran internasional yang sangat sibuk. Kehadiran AS di kawasan ini dinilai dapat memperkuat pengawasan jalur maritim sekaligus menjaga kepentingan keamanan regional.
Di sisi lain, Bangladesh disebut memiliki kepentingan ekonomi besar dalam kerja sama tersebut. Negara itu selama ini sangat bergantung pada ekspor tekstil ke pasar Amerika Serikat. Dukungan perdagangan dan fasilitas tarif dinilai menjadi faktor penting yang mendorong Dhaka mempererat hubungan dengan Washington.
Namun langkah ini juga memunculkan tantangan diplomatik baru bagi Bangladesh. Selama bertahun-tahun, negara tersebut dikenal memiliki hubungan ekonomi dan pertahanan yang cukup erat dengan Cina, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan pengadaan alat utama sistem persenjataan.
Bagi Beijing, meningkatnya pengaruh AS di Bangladesh dianggap dapat memengaruhi kepentingan strategis Cina di kawasan Samudra Hindia dan Teluk Benggala. Apalagi wilayah tersebut menjadi bagian penting dari jalur perdagangan dan proyek infrastruktur internasional yang selama ini dikembangkan Cina.
Analis menilai, apabila kerja sama pertahanan ini benar-benar terealisasi, maka Asia Selatan akan memasuki babak baru persaingan geopolitik antara kekuatan besar dunia. Kehadiran militer AS di Bangladesh berpotensi mengubah dinamika keamanan regional sekaligus memperkuat persaingan pengaruh antara Washington dan Beijing di kawasan Indo-Pasifik.