Bahaya Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Ditutup, Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Erupsi Gunung Dukono
Sumber :
  • IG/mountain_movie

Maluku Utara, WISATA – Erupsi Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di Indonesia menyimpan ancaman serius bagi keselamatan manusia. Insiden evakuasi paksa terhadap sejumlah pendaki, satu korban meninggal dunia, serta dua orang lainnya yang masih dinyatakan hilang memperlihatkan betapa berbahayanya berada di kawasan gunung api aktif saat aktivitas vulkanik meningkat.

img_title Erupsi Anak Krakatau Sempat Lumpuhkan Sejumlah Bandara, Ini Kondisi Penerbangan Terbarunya

Gunung Dukono selama ini dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Letusannya terjadi secara berkala dengan semburan abu vulkanik yang dapat mencapai ketinggian hingga belasan kilometer. Kondisi tersebut membuat kawasan sekitar kawah memiliki tingkat risiko tinggi, terutama bagi masyarakat maupun wisatawan yang nekat mendekati zona berbahaya.

Sebenarnya, tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik Dukono telah terpantau sejak lama. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahkan telah mengeluarkan rekomendasi sejak 11 Desember 2024 agar tidak ada aktivitas manusia dalam radius empat kilometer dari pusat aktivitas kawah Malumpang Warirang. Kawasan tersebut dinilai sangat rawan terhadap lontaran material pijar, abu vulkanik, hingga gas berbahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.

img_title 4 Gunung Api Berstatus Siaga pada 6 September 2026, Anak Krakatau dan Semeru Kembali Erupsi

Selain itu, aktivitas wisata pendakian resmi ditutup sejak 17 April 2026 setelah terjadi peningkatan aktivitas magmatik dan vulkanik yang cukup signifikan. Penutupan dilakukan demi menghindari risiko jatuhnya korban akibat erupsi yang sulit diprediksi secara pasti.

Sebagai negara yang berada di jalur cincin api dunia atau ring of fire, Indonesia memang memiliki banyak gunung api aktif dengan karakter letusan berbeda-beda. Gunung Dukono termasuk salah satu yang paling aktif sepanjang tahun 2025. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.355 meter di atas permukaan laut itu masuk dalam empat besar gunung paling aktif meletus di Indonesia setelah Gunung Semeru, Gunung Ibu, dan Gunung Lewotobi Laki-laki.

img_title Dosen IPB Ingatkan Bahaya Konsumsi Daging Hewan Kurban Sakit, Bisa Picu Penyakit Zoonosis

Status Level II atau Waspada yang melekat pada Gunung Dukono seharusnya menjadi perhatian serius bagi siapa pun yang ingin mendekati kawasan tersebut. Gunung api bukan tempat untuk mempertaruhkan nyawa demi sensasi petualangan. Alam memiliki kekuatan besar yang tidak selalu dapat dikendalikan maupun diprediksi sepenuhnya oleh manusia.

Halaman Selanjutnya
img_title