Muhammadiyah Resmikan Tahap 3 SPPG UMSU, Perkuat Layanan Pemenuhan Gizi Nasional
- IG/sppgumsu
Medan, WISATA – Muhammadiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui peresmian Tahap 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (16/2). Acara ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jangkauan program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM) yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Rektor UMSU, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap penguatan layanan gizi yang digagas Muhammadiyah.
Koordinator Nasional MBM, M. Nurul Yamin, menegaskan bahwa Tahap 3 bukan sekadar ekspansi jumlah layanan, melainkan penguatan sistem yang berbasis standar dan tata kelola. Hingga kini, Muhammadiyah telah mengelola 221 unit SPPG, dengan 126 unit sudah beroperasi, 80 unit dalam proses verifikasi, dan 15 unit sedang dipersiapkan. Program ini telah memberi manfaat kepada lebih dari 276 ribu jiwa, menyerap ribuan tenaga kerja, serta melibatkan ratusan ahli gizi dan akuntan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
SPPG Muhammadiyah kini hadir di 18 provinsi, mencakup 99 kabupaten/kota dan 183 kecamatan. Dengan lahan lebih dari satu juta meter persegi yang dimanfaatkan, program ini tidak hanya fokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan layanan. Yamin menekankan tiga pilar utama yang menjadi fondasi program: memastikan makanan halal dan tayyib, menjalankan tata kelola profesional sesuai standar, serta membangun sistem berkelanjutan agar tidak bergantung pada satu sumber daya.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemukulan tagading sebagai simbol dimulainya tahap penguatan layanan. Pada kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menyerahkan buku terbarunya berjudul Makan Bergizi Gratis Perspektif Islam dan Pendidikan sebagai dukungan literasi dan penguatan konsep program.
Muhammadiyah menegaskan bahwa perluasan layanan gizi harus berjalan seiring dengan mutu dan integritas. Dengan jumlah penerima manfaat yang terus meningkat, dukungan tenaga profesional, serta ekosistem yang semakin kokoh, SPPG diharapkan menjadi simpul layanan gizi yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat sehari-hari, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan kesehatan bangsa.