Penanganan Pasca Bencana Sumatra Terus Dilakukan Kemenhut

Penanganan bencana Sumatera
Sumber :
  • kehutanan.go.id

 

img_title Geger! Ladang Ganja 18 Hektare di Aceh Utara Dibongkar, 3 Orang Diciduk Polisi

 

Aceh Utara, WISATA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan penanganan kayu sisa bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah terdampak di Sumatra. Hingga hari ke-15 pelaksanaan penanganan kayu difokuskan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

img_title INFO LOKER: Kementerian Kehutanan Membuka Kesempatan Gabung di Wildlife Ecotourism Project, Cek Syarat dan Deadline!

Tim Kemenhut yang terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta Balai Gakkum Wilayah Sumatra bergabung dengan tim lainnya mengerahkan sebanyak 23 unit alat berat. Alat berat tersebut terdiri dari 21 unit milik Kemenhut (10 ekskavator capit, 9 ekskavator bucket, dan 2 unit dozer), 2 unit milik TNI (buldozer dan ekskavator), serta 2 unit ekskavator dari Kementerian PU.

“Pembersihan difokuskan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, yang masih mengalami hambatan akses akibat tumpukan kayu sisa banjir. Kayu yang masih dapat dimanfaatkan dikumpulkan di lokasi kejadian dan telah dilakukan pengukuran oleh tim BPHL, dengan hasil sebanyak 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” ujar Subhan, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Minggu (4/1/2025).

img_title Hari Mangrove Sedunia: Indonesia Miliki 23 Persen Mangrove Dunia, Saatnya Jaga Benteng Pesisir untuk Generasi Mendatang

Selain itu, satu unit alat berat juga dikerahkan untuk membantu pembersihan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan. Tim Kemenhut lainnya dengan jumlah sekitar 50 personel turut melakukan pembersihan di SD Negeri 4 Langkahan, dengan hasil pembersihan satu ruang perpustakaan, satu gudang olahraga, dan empat kamar mandi.

Subhan menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi pemanfaatan kayu sisa bencana oleh lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat pada hari ini mencapai sekitar ±3 meter kubik dengan menggunakan tujuh unit gergaji mesin. Sementara itu, akumulasi pemanfaatan kayu sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 diperkirakan mencapai sekitar ±18,5 meter kubik. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui. Hingga saat ini, tercatat tiga unit hunian sementara (huntara) masih dalam proses pembangunan.

Penanganan di Kabupaten Aceh Tamiang, personel BPKH Sumatra Utara bersama tim Manggala Agni masih terus melanjutkan kegiatan pembersihan rumah warga terdampak banjir dari sisa material kayu di lorong-lorong permukiman.

Pada hari yang sama, tim lapangan menerima kunjungan Koordinator BNPB Brigjen Asep, yang berdiskusi bersama Staf Ahli Menteri Kehutanan, Fahrizal Fikri serta jajaran terkait, termasuk Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatra dan Kepala BPKH Aceh. Diskusi membahas penanganan serta pemanfaatan kayu sisa banjir. Pada malam harinya, dilakukan pertemuan lanjutan dengan lembaga Rumah Zakat terkait percepatan pembangunan huntara berbahan kayu sisa bencana.

Halaman Selanjutnya
img_title