Inovasi Drone Sprayer BRIN: Desain Bilah Pintar untuk Bawang Merah yang Lebih Aman dan Efisien

Bawang Merah
Sumber :
  • pixabay

Jakarta, WISATA – Sebuah inovasi luar biasa telah dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui rancangan bilah (blade) drone yang dirancang khusus untuk membantu penyemprotan tanaman bawang merah. Teknologi ini dihadirkan sebagai solusi cerdas bagi petani hortikultura agar proses penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan secara efisien, tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman yang berdaun rapuh.

img_title Kabinet Bayangan Indonesia: Eksperimen Demokrasi dan Ujian Baru Pengawasan Pemerintah

Riset ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan lapangan di kawasan Food Estate Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, yang teridentifikasi sejak tahun 2020. Saat itu, penggunaan drone konvensional diketahui menimbulkan masalah karena sapuan anginnya terlalu kuat sehingga berpotensi merusak daun bawang. Dari temuan tersebut, sebuah rancangan bilah baru mulai dikembangkan oleh tim BRIN agar hembusan udara dari drone menjadi lebih lembut dan aman bagi tanaman.

Desain inovatif ini kemudian dikembangkan secara bertahap sejak 2022 dengan basis airfoil NACA 4415, menggunakan 8 bilah pada drone tipe hexa-rotor. Melalui simulasi dan uji lapangan, performa desain tersebut diketahui mampu menghasilkan sapuan udara merata (downwash) dengan daya angkat besar, namun tetap lembut terhadap permukaan tanaman. Sistem ini diformulasikan melalui pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD) dan Blade Element Theory untuk menentukan bentuk geometri serta karakteristik aerodinamis terbaik.

img_title AURIS, Timbangan Pintar UNAIR Bantu Barista Tunanetra Bekerja Lebih Mandiri

Penelitian diawali dengan pengukuran kelenturan daun dua varietas bawang merah yaitu Batu Ijo dan Birma, yang ditanam langsung di lahan Food Estate. Sebanyak 200 sampel daun dikaji selama tiga bulan untuk menentukan varietas dengan daun paling lemah. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai acuan agar rancangan bilah dapat diuji terhadap kondisi paling ekstrem. Berdasarkan simulasi CFD, ketinggian terbang paling aman ditemukan pada dua meter di atas tanaman, yang memungkinkan distribusi semprotan cairan tetap merata tanpa merusak daun.

Efisiensi waktu yang dihasilkan dari penggunaan drone sprayer ini sangat signifikan. Bila penyiraman lahan satu hektare secara manual membutuhkan waktu hingga tiga hari, dengan drone rancangan BRIN proses yang sama dapat diselesaikan hanya dalam 10 menit. Drone berkapasitas 10 liter cairan ini mampu menjangkau area 2–3 hektare dalam satu kali pengisian, sehingga penghematan tenaga, air, dan waktu dapat dicapai secara optimal.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Pasar Merdeka 2026 di Perth: Festival Kuliner dan Budaya Nusantara yang Meriah