KEJUTAN PRABOWO UNTUK PENDIDIKAN! Ambisi Cetak 500.000 Pemimpin Masa Depan Lewat Sekolah Gratis
- Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo canangkan investasi gila-gilaan untuk memutus rantai kemiskinan dan mencetak ilmuwan dunia lewat 500 Sekolah Rakyat dan SMA Garuda, mengubah peta pendidikan nasional.
Jakarta, WISATA – Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fondasi terpenting bagi masa depan Indonesia bukanlah di sektor tambang atau saham, melainkan di investasi gila-gilaan pada sumber daya manusia (SDM). Program pendidikan yang diluncurkan pemerintahan ini memiliki dua sayap ambisius: menyelamatkan anak-anak termiskin dan mencetak ilmuwan kelas dunia.
Dalam pidatonya di Istana Negara, Senin (20/10), Presiden Prabowo menyoroti kelompok yang selama ini sering terabaikan, yang ia sebut sebagai The Invisible People—mereka yang berada di lapisan ekonomi paling bawah (desil 1 dan 2). Anak-anak dari kelompok ini seringkali terpaksa tidak sekolah, membantu orang tua menjadi pemulung, atau hidup di jalanan.
"Biasanya anak orang miskin, anaknya miskin. Kita mau potong itu," tegas Presiden Prabowo. "Anaknya orang miskin atau cucunya orang miskin tidak perlu untuk terus miskin. Kita harus berani memotong rantai kemiskinan."
Untuk mewujudkan misi mulia ini, digagaslah program Sekolah Rakyat. Konsepnya unik dan transformatif, yaitu mengubah lingkungan hidup anak. Sekolah Rakyat didirikan dengan sistem asrama. Tujuannya adalah mengeluarkan anak-anak dari lingkungan kemiskinan selama 5–6 hari dalam seminggu agar mereka punya kesempatan membangun kepercayaan diri dan harapan baru.
Presiden mengapresiasi kerja keras para menteri terkait. Dari target 500 sekolah, kini 166 Sekolah Rakyat sudah berhasil beroperasi. Sekolah-sekolah ini telah menampung 15.945 siswa yang berasal dari keluarga paling bawah. Jika target 500 sekolah tercapai, diperkirakan akan membantu hingga 500.000 keluarga sangat miskin keluar dari lingkaran kemiskinan.
Mencetak Pemenang Nobel Lewat SMA Garuda
Sementara satu sayap fokus menyelamatkan yang terpinggirkan, sayap satunya fokus mencetak yang tercerdas. Presiden Prabowo menekankan bahwa masa depan bangsa di abad ke-21 ditentukan oleh sains dan teknologi. Indonesia, sebagai negara kaya mineral kritis dan rare earth, membutuhkan para ilmuwan, insinyur, dan pakar di semua bidang teknologi.
"Kita butuh anak-anak pintar. Kita butuh insinyur-insinyur, profesor-profesor, ahli matematika... kita tidak boleh dibohongi lagi oleh bangsa-bangsa lain," seru Presiden.