TERNYATA INI! 3 Negara Penyumbang Surplus Terbesar RI, Tapi Ada Defisit Besar Mengintai di Asia!
- Youtube BPS Oktober 2025
Data BPS JanuariāAgustus 2025 menunjukkan Amerika Serikat, India, dan Filipina jadi penyelamat surplus RI. Namun BPS mengingatkan ancaman defisit US$13,09 miliar dengan Tiongkok serta tekanan dari Singapura dan Australia.
Jakarta, WISATA - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis kabar penting terkait kondisi neraca perdagangan Indonesia. Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) pada 1 Oktober 2025, BPS menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam jalur positif dengan mempertahankan rekor surplus perdagangan selama 64 bulan tanpa putus. Momentum ini menjadi bukti nyata ketahanan ekspor nasional di tengah perlambatan ekonomi global.
Selama Januari hingga Agustus 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$29,14 miliar. Angka tersebut tidak muncul begitu saja. Terdapat tiga negara yang menjadi penyumbang surplus terbesar, yaitu Amerika Serikat, India, dan Filipina. Tiga mitra dagang ini berperan sebagai pilar kokoh yang menjaga devisa tetap mengalir ke Tanah Air.
Amerika Serikat berada di posisi teratas sebagai negara penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia. Ekspor produk andalan seperti alas kaki, mesin dan perlengkapan mekanis, hingga pakaian terbukti sangat diminati konsumen di AS. Keberhasilan menembus pasar Barat ini memberi pengaruh besar terhadap kekuatan ekonomi Indonesia.
India menempati posisi kedua. Negara Asia Selatan ini menjadi mitra penting terutama untuk komoditas energi dan bahan baku. Hubungan dagang yang saling menguntungkan telah menciptakan surplus signifikan yang terus meningkat setiap bulannya.
Filipina menjadi negara ketiga penyumbang surplus besar bagi Indonesia. Letak geografis yang dekat menjadikan transaksi perdagangan antarnegara berlangsung lebih efisien, terutama untuk produk industri dan pangan.
Kinerja positif tiga negara tersebut menjadi bukti kuat bahwa produk Indonesia semakin kompetitif dan dibutuhkan pasar global. Ini sekaligus mencerminkan keberhasilan kebijakan hilirisasi yang selama beberapa tahun terakhir digenjot pemerintah.
Ancaman di Asia: Defisit yang Tak Boleh Dianggap Remeh
Di balik kabar bahagia surplus dengan AS, India, dan Filipina, BPS memberikan peringatan yang tidak boleh diabaikan. Indonesia masih menghadapi defisit besar dari beberapa mitra dagang utama, terutama di kawasan Asia dan Oseania.