Petani Indonesia Kian Sejahtera: NTP Naik 0,63%, Perkebunan Paling Untung di September 2025!

Rilis Berita Resmi Statistik oleh BPS Oktober 2025
Sumber :
  • Youtube BPS Oktober 2025

Data resmi BPS 1 Oktober 2025: NTP Indonesia September 2025 naik 0,63% MoM, menguatkan daya beli petani. Perkebunan dan hortikultura jadi subsektor paling menguntungkan, NTUP juga naik 0,93%.

img_title Binte Biluhuta, Sup Jagung Gorontalo yang Dulu Jadi Penengah Perang Dua Kerajaan

Jakarta, WISATA - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali membawa kabar menyenangkan untuk petani di seluruh Indonesia. Dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) tanggal 1 Oktober 2025, BPS menegaskan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2025 meningkat 0,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

NTP adalah indikator utama kesejahteraan petani, membandingkan antara harga yang diterima petani atas hasil panen dengan harga yang harus mereka bayar untuk biaya produksi dan konsumsi rumah tangga. Ketika NTP naik, itu berarti daya beli petani ikut membaik.

img_title Berkat Cahaya Surya, Mahasiswa UNDIP Bantu Petani Cabai Temanggung Usir Hama Tanpa Pestisida

Peningkatan 0,63 persen ini menunjukkan bahwa kendati tekanan inflasi masih membayangi, petani Indonesia mampu menikmati kenaikan pendapatan yang lebih cepat dibandingkan pengeluaran mereka. Ini menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian masih menunjukkan ketahanan kuat dan memberi kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

Perkebunan dan Hortikultura Jadi Primadona

img_title Blendung Jagung, Jajanan Legendaris Tegal yang Kini Kian Langka Diburu Wisatawan

Dua subsektor menjadi mesin utama yang mendorong peningkatan NTP bulan ini.

Subsektor Hortikultura mencatat pertumbuhan NTP tertinggi, mencapai 1,32 persen. Permintaan terhadap buah-buahan serta sayuran segar meningkat seiring pemulihan ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, membuat harga jual komoditas hortikultura naik signifikan.

Tidak hanya hortikultura, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat juga menunjukkan performa cemerlang dengan kenaikan NTP sebesar 1,21 persen. Komoditas ekspor unggulan seperti sawit, karet, dan kopi menikmati perbaikan harga global yang membuat petani semakin diuntungkan.

Dengan pencapaian tersebut, petani perkebunan menjadi kelompok yang paling cuan di bulan September 2025. Naiknya nilai ekspor turut mempertegas bahwa pasar internasional masih sangat prospektif bagi komoditas perkebunan Indonesia.

Petani Padi Tetap Menikmati Perbaikan Daya Beli

Selain sektor perkebunan, kabar baik juga datang dari subsektor pangan utama. NTP subsektor Tanaman Pangan meningkat 0,76 persen. Petani padi sebagai kelompok terbesar dalam sektor pertanian ikut menikmati kenaikan pendapatan, meskipun sempat terjadi deflasi tipis pada komoditas beras.

BPS memproyeksikan panen padi di akhir tahun tetap aman dengan kontribusi terbesar dari Pulau Jawa. Hal ini menjaga stabilitas pasokan sehingga tidak terjadi gejolak harga yang ekstrem, tetapi pendapatan petani tetap terjaga berkat performa positif komoditas palawija dan jenis beras premium.

Halaman Selanjutnya
img_title