Prabowo Luncurkan Revolusi Pendidikan: Sekolah Rakyat, SMA Garuda, dan Guru Digital untuk Anak Bangsa
- Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan revolusi pendidikan nasional melalui Sekolah Rakyat, SMA Garuda, dan digitalisasi guru terbaik untuk seluruh Indonesia.
Jakarta, WISATA – Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak akan ditentukan oleh kekayaan tambang atau saham, melainkan oleh investasi besar-besaran pada sumber daya manusia (SDM). Pemerintah bertekad melahirkan generasi unggul melalui dua sayap utama: menyelamatkan anak-anak paling miskin dan mencetak ilmuwan kelas dunia.
Menyentuh “The Invisible People”: Anak Termiskin Jadi Prioritas
Presiden Prabowo menyoroti kelompok masyarakat yang selama ini sering tak terlihat—yang ia sebut sebagai The Invisible People. Mereka berasal dari lapisan ekonomi terbawah (desil 1 dan 2), anak-anak yang terpaksa putus sekolah untuk membantu orang tua menjadi pemulung atau hidup di jalanan.
“Biasanya anak orang miskin, anaknya miskin. Kita mau potong itu,” tegas Presiden. “Anak orang miskin atau cucunya tidak perlu terus miskin. Kita harus berani memotong rantai kemiskinan.”
Untuk mewujudkan visi ini, lahirlah program Sekolah Rakyat, konsep pendidikan berasrama yang menempatkan anak-anak miskin di lingkungan baru selama 5–6 hari seminggu. Tujuannya sederhana namun kuat: mengubah lingkungan hidup agar mereka bisa membangun kepercayaan diri dan harapan baru.
Kini, dari target 500 sekolah, sudah berdiri 166 Sekolah Rakyat yang menampung 15.945 siswa dari keluarga miskin. Ketika target penuh tercapai, program ini diyakini akan membantu lebih dari 500.000 keluarga sangat miskin keluar dari jerat kemiskinan antar generasi.
Misi Ilmuwan Dunia: Lahirnya SMA Garuda
Selain menolong yang terpinggirkan, sayap kedua program pendidikan Prabowo diarahkan untuk mencetak generasi jenius melalui SMA Garuda. Prabowo menegaskan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh sains dan teknologi, bukan sekadar sumber daya alam.
“Kita butuh insinyur, profesor, ahli matematika, ilmuwan... Kita tidak boleh lagi dibohongi bangsa lain,” ujar Presiden dengan tegas.
SMA Garuda dirancang dengan standar internasional menggunakan sistem International Baccalaureate (IB) agar lulusannya bisa bersaing di kampus terbaik dunia seperti MIT, Harvard, atau Oxford. Pemerintah menargetkan pembangunan 10 SMA Garuda setiap tahun, di samping integrasi dengan 14 sekolah unggulan yang sudah ada.