UNDIP Kembangkan Minyak Atsiri di Hutan Penggaron, Buka Peluang Ekonomi Baru Warga

Peneliti UNDIP Kembangkan Minyak Atsiri
Sumber :
  • UNDIP

Universitas Diponegoro kembangkan minyak atsiri di KHDTK Penggaron, Semarang. Inovasi ini buka peluang ekonomi dan tingkatkan kesejahteraan warga.

img_title Bukan Generasi Stroberi, UNDIP Ajak 16.267 Mahasiswa Baru Jadi Generasi TEMCY yang Tangguh

Semarang, WISATA - Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan karya nyata yang mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu inovasi terbaru datang dari pengembangan minyak atsiri di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Penggaron, Kabupaten Semarang. Program ini bukan hanya mengangkat potensi lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

Dipimpin oleh Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si., pakar genetika, biologi molekuler, dan bioteknologi dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP, tim dosen bersama mahasiswa menggali kekayaan alam Penggaron yang melimpah berupa tanaman atsiri. Dari hasil olahan tersebut, tercipta beragam produk bernilai tinggi seperti parfum, minyak aromaterapi, sabun herbal, hingga produk perawatan tubuh.

img_title Minyak Kayu Putih:  Potensi Herbal dari 24 Ribu Hektare Kawasan Perhutani di Jawa

Memberdayakan Warga Melalui Inovasi

Prof. Hermin menegaskan bahwa tujuan utama program ini tidak sekadar menghasilkan produk dengan aroma harum, melainkan menghadirkan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat sekaligus menambah penghasilan keluarga. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan akan membuka peluang diversifikasi produk dan memberi warga tambahan pendapatan yang signifikan.

img_title UNDIP Kirim 100 Akademisi ke Perbatasan RI-Papua Nugini Lewat Ekspedisi Patriot 2026

Program ini berjalan melalui skema Iptek Desa Binaan UNDIP (IDBU) dan melibatkan mahasiswa lintas fakultas lewat Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T). Kolaborasi ini menghadirkan pengalaman belajar yang berharga, di mana mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka, sementara masyarakat memperoleh keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan Produksi dan Manajemen Usaha

Warga setempat, terutama kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT), mendapatkan pelatihan intensif mulai dari proses pembibitan tanaman atsiri, teknik penyulingan, hingga pengemasan produk. Semua tahapan dilakukan dengan pendampingan tim ahli dari UNDIP.

Tidak berhenti di keterampilan produksi, masyarakat juga dibekali kemampuan manajemen usaha. Mereka dilatih dalam literasi keuangan, pencatatan pembukuan sederhana, hingga strategi pemasaran digital melalui media sosial. UNDIP juga mengenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk merancang strategi penjualan yang lebih efektif.

Halaman Selanjutnya
img_title