ANAK GAJAH TARI Mati, karena Terinfeksi Virus Herpes

Kalistha Lestari (Tari)
Sumber :
  • antaranews.com/Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN)

Jakarta, WISATA – Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN), Provinsi Riau mengungkapkan hasil pemeriksaan laboratorium penyebab kematian anak gajah Kalistha Lestari (Tari).

Tari, positif terinfeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV).

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro mengatakan, virus tersebut menyerang organ hati anak gajah Tari. 

EEHV merupakan jenis virus herpes yang khusus menyerang gajah, terutama anak gajah.

"Penyakit ini dikenal mematikan, karena perkembangannya sangat cepat dan sulit ditangani. Penting untuk dipahami bersama, virus ini hanya menular antargajah dan tidak ada pengaruh dari pengunjung maupun interaksi manusia," ujarnya.

Ia mengatakan, Tim Elephants Flying Squad dan para mahout, telah berupaya maksimal memberikan perawatan terbaik. 

Namun, takdir berkata lain.

Kehilangan Tari, menjadi duka besar yang mendalam.

img_title Menjelajah Anggunnya Budaya Melayu: Menguak Enam Pakaian dan Aksesori Adat Khas Riau yang Sarat Filosofi

Anak Gajah Betina, Tari Kalista Lestari Ditemukan Mati

Photo :
  • infopublik.id

"Kami mengucapkan terima kasih atas doa, perhatian, dan kepedulian teman-teman semua terhadap Tari. Semoga kepergian Tari menjadi pengingat pentingnya upaya bersama dalam menjaga dan melindungi satwa liar, khususnya gajah Sumatra yang saat ini, keberadaannya kian terancam," ungkapnyanya.
img_title Bintan, Surga Rasa dan Liburan Keluarga di Kepulauan Riau


img_title WISATA SUSUR SUNGAI dan Makan Beghanyut, Jadi Daya Tarik Baru di Siak, Riau
Sebelumnya, Gajah Tari ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di area camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan, Riau pada 10 September 2025 pukul 10.00 WIB.

Sehari sebelumnya, keadaan gajah betina berumur 2 tahun 10 hari itu tampak sehat. 

Ia bermain seperti biasa, dengan nafsu makan normal, tanpa ada tanda-tanda lemas.

Pada sore hari itu, juga terlihat stabil tanpa gejala sakit.

"Pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 08:00 WIB, mahout yang bertugas mendapati Tari dalam keadaan berbaring tanpa gerakan dan segera dinyatakan mati. Mahout, kemudian menghubungi dokter hewan Teguh untuk melakukan pemeriksaan fisik," imbuhnya.

Hasil pemeriksaan awal memperlihatkan tidak adanya luka atau trauma pada tubuh anak gajah tersebut. 

Namun, perutnya terlihat sedikit menggembung.

(Sumber: antaranews.com)