Heboh! PBB Tanggapi Surat Celios soal Data Ekonomi RI, BPS Akan Diaudit?

Wisatawan saat berbelanja di Pasar Badung, Denpasar, Bali
Sumber :
  • Antara Foto

PBB akhirnya buka suara soal kejanggalan data ekonomi Indonesia yang dilaporkan Celios. Surat balasan resmi ini memicu spekulasi audit BPS.

img_title Indonesia Desak Evaluasi UNIFIL dan Perlindungan Peacekeeper PBB Usai Tiga Prajurit TNI Terluka di Lebanon

Jakarta, WISATA - Langkah berani Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mempertanyakan akurasi data pertumbuhan ekonomi Indonesia berbuah perhatian dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Statistical Commission resmi menanggapi surat Celios, memicu diskusi hangat soal kredibilitas data Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam surat balasan yang dikirim pada 11 Agustus 2025 oleh Ketua United Nations Statistical Commission, Georges-Simon Ulrich, PBB mengapresiasi langkah Celios. Ulrich menulis:

img_title BPS: Produksi Jagung Pipilan Kering RI Diprediksi Naik 9%! Ini Potensi Luas Panen Hingga Akhir Tahun 2025

“Thank you very much for your message and for sharing the detailed concerns raised by the Center of Economic and Law Studies (CELIOS) regarding the transparency and accuracy of Indonesia’s national economic statistics.”

Latar Belakang Kejanggalan Data

img_title Inflasi November 2025 Terkendali 2,72 Persen, Tapi BPS Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Akhir Tahun

Kisruh ini berawal dari rilis BPS yang menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 mencapai 5,12% (yoy). Celios menilai angka tersebut tidak sejalan dengan beberapa indikator ekonomi, terutama di sektor manufaktur. Menurut data Purchasing Managers’ Index (PMI), sektor tersebut justru mengalami kontraksi, sementara kontribusinya terhadap PDB menurun dari 19,25% menjadi 18,67%.

Celios mengirim surat resmi ke PBB pada 8 Agustus 2025, meminta tinjauan mendalam terhadap data BPS. Mereka menyoroti potensi pelanggaran Fundamental Principles of Official Statistics, standar internasional yang menjamin independensi dan akurasi data resmi.

Respon Tegas dari PBB

PBB menegaskan dukungannya terhadap integritas data resmi Indonesia. Dalam surat balasan, Ulrich menyampaikan:

“We appreciate your commitment to upholding the integrity of official statistics and your efforts to promote adherence to international standards.”

Lebih lanjut, ia memastikan laporan Celios akan diteruskan ke United Nations Statistics Division (UNSD):

“Please be assured that we will forward your communication and the attached letter to the United Nations Statistics Division, which leads on technical matters related to the Fundamental Principles of Official Statistics and the work of the United Nations Statistical Commission.”

Dengan kata lain, laporan Celios kini masuk meja kerja UNSD yang menangani isu teknis terkait standar data global.

Dampak Potensial

Respon PBB ini menandai langkah awal yang berpotensi besar. Bila UNSD memutuskan melakukan peninjauan atau peer-review internasional, hasilnya dapat berdampak pada:

1.     Reputasi Statistik Indonesia – Apakah BPS akan dianggap tetap kredibel atau perlu reformasi tata kelola data.

2.     Kepercayaan Investor – Investor global cenderung lebih percaya pada negara dengan data transparan dan konsisten.

3.     Kebijakan Pemerintah – Data akurat memengaruhi keputusan anggaran, subsidi, dan program ekonomi.

Apa Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, BPS belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi balasan PBB tersebut. Sementara itu, Celios menyambut positif langkah PBB yang dianggap menunjukkan kepedulian terhadap standar data global.

Isu ini diperkirakan akan terus bergulir. Publik menunggu apakah UNSD akan mengirim tim peninjau atau merekomendasikan mekanisme audit independen. Yang jelas, perdebatan soal data ekonomi kini telah naik ke panggung internasional.

Sumber

·         Surat resmi United Nations Statistical Commission kepada CELIOS, tangkapan layar Instagram @celios_id

  • Press release Celios terkait kejanggalan data BPS (celios.co.id)