DEKLARASI ISTIQLAL: Apa Sih? Simak Penjelasannya...
Kamis, 19 Desember 2024 - 07:06 WIB
Sumber :
- kemenag.go.id
Denpasar Selatan, WISATA – Gelaran Tri Hita Karana berlangsung di Bali, pada tanggal 14-15 Desember 2024 lalu.
Kegiatan ini melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Hak Asasi Manusia, Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, Sains, dan Teknologi, Unity In Diversity Creative Campus, Jaringan Gusdurian, serta sejumlah tokoh agama dan spiritualisme di Indonesia dan internasional.
Salah satu tema yang dibahas, adalah Deklarasi Istiqlal.
Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan antara Agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia, Agustinus Heri Wibowo atau Romo Heri, menjelaskan latar belakang Deklarasi Istiqlal yang menyedot perhatian audiens dalam pertemuan itu.
Baca Juga
Agustinus Heri Wibowo atau Romo Heri
Photo :
- kemenag.go.id
“Deklarasi Istiqlal berawal dari kebahagiaan karena sebuah perjumpaan lintas agama. Draft dasarnya itu sebenarnya ketika Paus datang, lalu Imam Besar (Masjid Istiqlal) Nasaruddin Umar memberi sambutan, dan Paus Fransiskus memberikan pidato. Dari sanalah, pijakan utama deklarasi ini,” ujar Romo Heri dalam sesi diskusi Merajut Harmoni dalam Beragama di acara Tri Hita Karana Forum di Denpasar Selatan, pada hari Minggu (15/12/2024).
Menurutnya, dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024, Imam Besar Nasaruddin Umar bersama tim, menyusun deklarasi sebagai peneguhan komitmen lintas agama.
Deklarasi tersebut, kemudian dikirim ke Vatikan dan mendapat sambutan positif.
“Deklarasi ini mencerminkan keselarasan antara nilai-nilai agama dan falsafah kebangsaan Indonesia. Bahkan, Vatikan memberi kontribusi dengan menambahkan unsur Pancasila dalam naskah deklarasi,” tambahnya.
Romo Heri menyebut, Deklarasi Istiqlal muncul dari kepedulian bersama terhadap krisis global, seperti dehumanisasi dan perubahan iklim.
“Persoalan ini bukan hanya milik satu agama, tetapi menjadi masalah kita semua. Paus dengan ensiklik Laudato Si dan Imam Besar Masjid Istiqlal dengan gerakan peduli ekologi menunjukkan bahwa kita memiliki chemistry yang sama,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Kementerian Agama, Akmal Salim Ruhana menambahkan, Deklarasi Istiqlal merupakan respons terhadap dua krisis besar dunia, yakni dehumanisasi dan perubahan iklim.
Akmal Salim Ruhana
Photo :
- kemenag.go.id
Halaman Selanjutnya
“Deklarasi ini menegaskan bahwa nilai-nilai agama adalah sumber solusi atas tantangan global, mulai dari dehumanisasi, perubahan iklim, hingga ketimpangan sosial,” ujar Akmal kepada wartawan pada hari Senin (16/12/2024).