Begini Konsep Kebudayaan Menurut Pandangan Socrates dan Aristoteles

Socrates Berbincang dengan Aristoteles (ilustrasi)
Sumber :
  • Handoko/Istimewa

Malang, WISATA - Socrates dan Aristoteles, dua filsuf Yunani kuno yang terkenal, memiliki pandangan yang berbeda tentang konsep kebudayaan. Socrates menekankan pada pentingnya pengetahuan diri dan kebijaksanaan, sedangkan Aristoteles berfokus pada peran kebudayaan dalam membentuk karakter manusia.

Pandangan Socrates tentang Kebudayaan

Socrates tidak pernah mendefinisikan kebudayaan secara eksplisit, tetapi dia menekankan pada pentingnya pengetahuan diri dan kebijaksanaan. Dia percaya bahwa kebudayaan yang baik adalah kebudayaan yang membantu manusia untuk mencapai kebijaksanaan dan kebahagiaan. Socrates berpendapat bahwa manusia harus mempertanyakan keyakinan dan nilai-nilai mereka sendiri, dan berusaha untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan tempat mereka di dalamnya.

Socrates terkenal dengan metode pengajarannya yang disebut "metode Socrates". Dalam metode ini, Socrates mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada murid-muridnya untuk membantu mereka berpikir kritis dan mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang suatu masalah. Socrates percaya bahwa dengan mempertanyakan keyakinan dan nilai-nilai mereka sendiri, manusia dapat mencapai kebijaksanaan dan kebahagiaan.

Pandangan Aristoteles tentang Kebudayaan

Aristoteles mendefinisikan kebudayaan sebagai "kebiasaan yang telah mengakar dan menjadi bagian dari kehidupan manusia". Dia percaya bahwa kebudayaan adalah produk dari akal budi manusia dan memainkan peran penting dalam membentuk karakter manusia. Aristoteles berpendapat bahwa kebudayaan yang baik adalah kebudayaan yang membantu manusia untuk mencapai kebijaksanaan dan kebahagiaan.

Aristoteles membagi kebudayaan menjadi tiga jenis: